oleh

Sopir Angkot Ngadu Kerap Dimintai ‘Jatah’ di Ciledug

Tangerang7.com, Ciledug – Macet bukan satu-satunya persoalan di jalan raya. Di beberapa ruas jalan, masih terjadi aksi premanisme yang dikeluhkan para sopir angkot. Seperti disampaikan Anton (bukan nama sebenarnya) sopir angkot B02 jurusan Cikokol-Ciledug Kota Tangerang.

Dia kerap diminta uang oleh sejumlah orang saat menunggu penumpang. Menurut Anton, besaran uang yang diminta bervariasi mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu. “Kadang-kadang suka maksa, apalagi kalau lagi ada penumpang,” kata Anton, Sabtu (26/01/2019).

Keluhan itu diutarakan di hadapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hari itu menemui para sopir angkot di Ciledug. Selain sopir angkot B02, keluhan serupa juga disampaikan sopir angkot C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama.

Menanggapi keluhan para sopir angkot yang kerap dibayang-bayangi oleh aksi premanisme saat mencari nafkah, Budi berjanji melaporkan hal ini ke Polres Metro Tangerang Kota. Budi mengumpulkan para sopir angkot di pelataran ruko Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Kota Tangerang.

“Tadi yang disampaikan yaitu salah satunya penguasaan oleh preman di beberapa tempat, akan kami sampaikan ke pihak terkait,” ungkapnya.

Budi berjanji meminta Kapolres Metro Tangerang Kota supaya menertibkan aksi premanisme terhadap para sopir angkot. Selain itu, Budi juga menerima keluhan ada perlakuan sewenang-wenang terhadap para sopir angkot dari petugas di beberapa tempat.

Selain menerima keluhan aksi premanisme, Budi juga dikejutkan bahwa tak sedikit para sopir angkot yang belum memperpanjang surat izin mengemudi (SIM)-nya. (orn/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya