oleh

Sopir Ambulans Cekcok dengan Kelompok Mahasiswa

CIPUTAT – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pamulang menggelar aksi unjuk rasa di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (29/11/2018). Demonstran turun ke jalan sehingga arus lalu lintas tersendat. Ambulans pun tak dapat melintas.

Kemacetan terjadi di Jalan Raya Maruga, Ciputat. Petugas pengamanan dari Satpol PP tampak kewalahan mengatur arus lalu lintas. Cekcok mulut terjadi saat satu unit ambulans hendak menuju Pamulang. Lantaran massa tak mengindahkan sekalipun sirine dibunyikan terus menerus.

Bahkan ada peserta aksi yang menggebrak mobil yang hendak ke rumah sakit itu. Tak terima kendaraannya digebrak, sopir ambulans turun dan adu mulut dengan mahasiswa.

“Siapa yang gebrak-gebrak tadi? Saya bawa pasukan nanti,” ujar sopir berperawakan tinggi tersebut.

Kelompok mahasiswa justru melakukan perlawanan. Nyali sang sopir juga tak ciut, ia melakukan perlawanan balik. Cekcok mulut yang nyaris adu jotos redam setelah Udin Beko melerai. Tokoh masyarakat Ciater itu mencoba menenangkan amarah pengemudi ambulans.

“Saya sebagai senior meminta maaf kepada bapak. Maklum adik-adik mahasiswa ini masih berjiwa muda,” imbuh Udin Beko.

Akhirnya, emosi sopir ambulans redam dan melanjutkan perjalanan. Untuk diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam HMI Komisariat Pamulang menggelar demo untuk mendesak Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengganti lurah yang masih berstatus pelaksana tugas dan non PNS di 7 kelurahan. (riz/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya