oleh

Sidang Pra Peradilan Tolak Permohonan PT Spinmill, Proses Hukum Dilanjutkan

Tangerang7.com, Tangerang – Langkah hukum yang dilakukan para pekerja yang tak mendapatkan hak normatif berupa tunjangan hari raya (THR) terhadap perusahaan, membuahkan hasil.

Atas masalah ini, beberapa waktu lalu, manajemen dua perusahaan dilaporkan pekerja. Yakni, PT Spinmill Indah Industri, yang berlokasi di Jalan Aria Santika Nomor 55, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dan PT Indah Jaya Textile Industry, beralamat di Jalan Padjajaran 14 Nomor 62, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Dua perusahaan ini, dipimpin satu orang yang sama.

Dalam proses hukum yang berlangsung, direksi perusahaan ini, berinisial TP dijadikan tersangka. Status tersangka inilah yang kemudian dibawa ke pra peradilan lantaran menganggap status tersangka itu tidak sah.

Hasilnya, pada sidang pra peradilan, Senin pagi (10/5/2021), hakim tunggal menolak permohonan pemohon karena tidak beralsan secara hukum dan proses hukum dengan status tersangka tersebut dapat dilanjutkan.

Diketahui, para pekerja di perusahaan ini hak-haknya terabaikan selama kurang lebih tiga tahun. Tak kuat dengan perlakuan yang diterimanya, mereka melakukan langkah melaporkan pihak manajemen perusahaan ke pihak terkait dan aparat hukum.

Para pekerja mengaku tak mendapat THR yang merupakan hak normatif mereka. Selain itu, diperoleh informasi, mereka juga tidak mendapat hak kesehatan BPJS. Mereka ini merupakan pekerja outsourcing, yang dalam perjanjian kerja, seharusnya hak-hak tersebut diperoleh para pekerja yang dibayarkan pihak perusahaan tersebut.

PT Gema Jobker Infocom, merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa yang bekerja sama dengan PT Indah Jaya Textile Industry/PT Spinmill Indah Industri.

Selama dua tahun bekerja sama dengan jumlah 800 pekerja, terjadi pengingkaran komitmen, di mana hak-hak THR pekerja tidak dibayarkan.

Direktur PT Gema Jobker Infocom Ashar Nawawi mengaku lega dengan putusan pra peradilan tersebut. Dengan demikian, sudah sangat jelas bawa yang bersalah adalah pihak mereka.

“Hak THR atas tagihan yang dilakukan perusahaan kami tidak dijalankan PT Spinmill sejak 2019 dan 2020. Itulah bukti kenakalan mereka. Untuk itu, kami akan terus melakukan proses hukum,” kata Ashar melalui siaran persnya, Senin siang (10/5/2021).

Dikatakan Ashar, mereka selama ini selalu berdalih telah membayarkan THR. Ternyata, kenyataanya tidak demikian.

“Hasil persidangan telah jelas semua kesalahan ada pada PT Spinmill Indah Industri dan semua kewajiban atas gugatan tersebut senilai Rp 19 miliar. Atas dasar tersebut, kewajiban THR yang merupakan hak para pekerja wajib dibayarkan perusahaan pemberi kerja dan bukan tanggung jawab perusahaan penerima pekerjaan,” tegasnya.

Ia menilai,kenakalan yang dilakukan
PT Spinmill ini sudah terlalu parah dan direksi (berinisial TP) yang memberikan pekerjaan wajib menjalankan proses hukum atau melaksanakan pembayaran THR yang telah dibuatkan tagihan oleh PT Gema Jobker Infocom.

“Sampai saat ini belum dibayarkan.
PT Spinmill tidak dapat berdalih lagi karena putusan pengadilan telah jelas dan Disnaker Provinsi Banten wajib memporses hukum melalui kejaksaan atas semua tindakan yang telah dilakukan oleh perusahaan tekstil tersebut,” katanya. (t7/ist)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *