oleh

Setelah Bocah 1,5 Tahun itu Dimakamkan

Tangerang7.com, Tangerang – Jenazah Quina Latisa Ramadani alias Quin (1,5) telah dimakamkan di tempat pemakaman wakaf Kampung Sangiang, Periuk, Kota Tangerang, Senin (21/01/2019). Ia telah beristirahat dengan tenang untuk selamanya. Tidak ada lagi penganiayaan yang dialami seperti lebih dari tiga bulan lalu.

Di saat bayi seusianya ceria dan bergembira bermain dan bercanda, justru Quin harus menderita dianiaya hingga tewas di tangan ibu kandungnya, Rosita (28). “Saya sangat terpukul. Tidak menyangka kalau ibunya tega melakukan itu kepada anak ini,” kata Mulyadi, tetangga yang sejak Quin berusia 1 bulan dipasrahkan kepadanya untuk dirawat.

Saat prosesi pemakaman, Mulyadi terlihat beberapa kali hampir pingsan. Dia bercerita, setahun lebih Mulyadi merawat Quin. Rosita meminta kembali anaknya itu dengan alasan neneknya berencana datang dari Palembang ke Tangerang untuk bertemu dengan cucunya.

“Setahun lebih almarhumah Quin kami rawat setelah ibunya meminta tolong kami dengan alasan kondisi ekonomi.  Baru 3 bulan lalu dia meminta kembali merawat dan kami serahkan,” kata Mulyadi.

Mulyadi merawat Quin karena prihatin dengan kondisi kehidupan Rosita yang memprihatinkan. Kondisi ekonomi berkekurangan, karena tersangka janda ditinggal suaminya. Sejak hamil dua bulan, ayah Quin meninggalkan istrinya.

“Sebagai tetangga di kontrakan, saya prihatin dengan kehidupan ibu anak ini. Makanya, saya membawa bocah ini. Saya bersama istri ikhlas merawatnya. Kami mengambil dan merawatnya dengan sukarela,” kata Mulyadi.

Prosesi Pemakaman - Tangerang7.com

Tak hanya Mulyadi, isak tangis juga terlihat dari ayah tiri korban Wage (50), warga, dan kerabat korban mengiring perjalanan Quin dari RSUD Tangerang hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Jenazah Quin langsung kami serahkan ke pihak keluarga setelah hasil autopsi selesai dan langsung dilaksanakan pemakaman,” kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf kepada Tangerang7.com.

Penyerahan jenazah kepada keluarga dilakukan Eliantoro. Setibanya di lingkungan rumah korban Kampung Gebang RT 04 RW 03 Kelurahan Sangiang Jaya, Periuk, Kota Tangerang, jenazah disambut warga yang iba terkait peristiwa ini. Usai disalatkan, jenazah Quin langsung dimakamkan.

Menurut Eliantoro, penyidik masih memeriksa Rosita, ibu kandung korban yang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya anaknya sendiri. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” jelas Eliantoro.

Polsek Jatiuwung juga sudah melakukan tes kejiwaan hari ini dengan mendatangkan dua psikiater dari P2TP2A Kota Tangerang

Pribadi yang Tertutup

Psikolog dari P2TP2A Nurhasanah telah melakukan perbincangan tahap awal dengan tersangka, Senin (21/01/2019). “Saya sudah berbincang dengan tersangka. Ini baru assessment awal. Insya Allah, akan ada lagi assessment selanjutnya dan assessment komplet. Setelah itu, saya akan serahkan hasilnya ke Polsek Jatiuwung,” jelas Nurhasanah di Polsek Jatiuwung.

Berdasarkan hasil perbincangan awal ini, kata Nurhasanah, secara sekilas, ekspresi tersangka tampak sedih saat melihat foto prosesi anak yang disiksanya itu dibawa ke pemakaman. “Dari hasil perbincangan sementara, dia (tersangka) adalah individu yang sebetulnya tidak mampu melakukan hubungan sosial secara baik,” papar Nurhasanah. Menurut Nurhasanah, tersangka adalah pribadi yang tertutup, tidak bergaul.

Menanggapi kasus kekerasan ibu kandung kepada anaknya tersebut, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menjelaskan, kasus kekerasan terhadap anak perlu pendekatan komprehensif dalam pencegahan dan penanggulangannya.

Menurutnya, tak sedikit orangtua kandung menjadi pelaku kekerasan akibat kondisi relasi antara pasangan dan bahkan masalah ekonomi yang dihadapi. “Maka, solusi yang diberikan tentu harus utuh. Tak sekadar memahamkan dan menyadarkan pentingnya melindungi anak. Namun, juga menguatkan fondasi ketahanan keluarga,” jelas Susanto.

Seperti diberitakan Tangerang7.com sebelumnya, Quin meninggal dunia secara tidak wajar. Pada tubuhnya terdapat luka dan lebam, bekas penaniayaan. Polsek Jatiuwung yang menyelidiki kasus ini menetapkan status Rosita, ibu kandung koban sebagai tersangka.

Kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan penganiayaan atas anak kandungnya di rumah kontrakan karena sakit hati dengan mantan suami keduanya yang telah meninggalkannya sejak hamil. Selanjutnya, Rosita menikah lagi dengan Wage (50), pengemudi ojek online.

Terkuaknya penganiayaan itu, setelah pemilik kontrakan menaruh curiga atas kondisi kesehatan balita malang tersebut saat menagih uang listrik rumah kontrakan tersebut. Saat itu, korban dalam kondisi tergolek lemas di atas kasur penuh lebam dan luka di wajah, punggung, dan ketiak. Mereka membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, saat diperiksa, dokter mengatakan korban telah meninggal dunia. (mus/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya