oleh

Sengit di Dapil Tangerang 3, Petahana dan Pemain Lama

Tangerang7.com – Daerah Pemilihan (Dapil) Tangerang 3 akan menjadi medan pertarungan ketat antarcalon anggota legislatif untuk memperebutkan 9 kursi yang menjadi jatah dapil ini. Ketatnya kompetisi lantaran para caleg yang bertarung rata-rata memiliki semua potensi untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang, baik  aspek pengalaman politik, sokongan ekonomi, maupun popularitas.

Dapil yang menaungi wilayah Kecamatan Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, Teluknaga, dan Kosambi pantas disebut sebagai dapil paling kompetitif khususnya bagi caleg pendatang baru. Pasalnya, mereka harus berjuang keras untuk mempromosikan nama mereka di antara nama para caleg yang sudah beken di sini.

Lima anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang maju dari Dapil Tangerang 3 pada Pemilu 2014, kini semuanya ikut mencalonkan diri kembali di dapil ini. Lima petahana tersebut adalah H. Ahmad Baidowi (Partai Kebangkitan Bangsa), Jayusman (Partai Gerindra), H. Hermawan Atmaja (Partai Golkar), The Peng Liang (Partai Nasdem), dan Ahmad Syarif Hidayatulloh (Partai Persatuan Pembangunan).

Persaingan caleg pendatang baru merebut suara pemilih makin sengit dengan banyaknya ‘pemain lama’ di dapil dengan 401.765 jiwa pemilih ini. Antara lain Kamil Herdiana, Sapri, Sugandi Itra, H. Kholid Ismail, dan H. Ahmad Yani. Nama-nama ini akan membuat konstestasi di Dapil Tangerang 3 benar-benar hidup dan panas.

Kamil Herdiana adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 2009-2014. Saat ini dia adalah Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Tangerang. Berikutnya adalah Sapri, kader PKS yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 2009-2014.

Sapri bertarung di Dapil Tangerang 3 pada pemilihan anggota legislatif 2019 bersama rekan separtainya yang juga merupakan pemain lama, yakni Sugandi Itra. Lewat PKS, Sugandi Itra ingin merasakan kembali duduk di kursi parlemen daerah.

Sepak terjang Sugandi Itra cukup dikenal publik. Dia pernah menggagas pembentukan Tim Percepatan Pemekaran Daerah (TP2D) Tangerang Utara bersama tokoh-tokoh masyarakat di wilayah pantai utara Kabupaten Tangerang.

Dapil Tangerang 3 juga diramaikan dengan tokoh-tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM), pengusaha sampai keluarga kepala desa. H. Kholid Ismail misalnya, calon anggota legislatif ini awalnya dikenal media massa sebagai tokoh LSM.

Karier politiknya mulai bersinar ketika bergabung di PDIP. Dia kemudian terpilih sebagai Ketua DPD Relawan Pemuda Demokrasi (Repdem) Banten. Pada Pemilu Legislatif 2014, Kholid Ismail tercatat sebagai caleg DPRD Provinsi Banten dari PDIP.

Namun dia tak terpilih lantaran perolehan suaranya saat itu masih di bawah rekan sesama partainya. Kemudian pada Pemilu Legislatif 2019 ini, Kholid Ismail maju untuk kursi DPRD Kabupaten Tangerang.

Figur berikutnya adalah H. Ahmad Yani, caleg Partai Golkar yang pernah gagal pada pemilihan anggota legislatif sebelumnya. Ahmad Yani dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

Sementara di deretan caleg wajah baru, Partai Hanura menempatkan putra anggota DPRD Kabupaten Tangerang H. Dames Taufik, yakni Suryadi di nomor urut 1 caleg untuk Dapil Tangerang 3. Di dapil ini, Suryadi akan bersaing ketat dengan Cahyo Sujana Ubay dari Partai Demokrat.

Mereka akan sama-sama bersaing merebut suara di Kecamatan Kosambi yang sama-sama merupakan basis massa keduanya. Masyarakat mengenal Cahyo Sujana Ubay sebagai keluarga Kepala Desa Cengklong Pinan.

Di deretan caleg wajah baru lainnya ada Mohammad Jembar dan Rusdi. Di kalangan media, Mohammad Jembar dikenal sebagai aktivis yang banyak menyoroti sistem pemerintahan dan kinerja pemerintah daerah. Jembar juga pernah mendeklarasikan untuk memilih kotak kosong pada Pilkada Kabupaten Tangerang 2018 lalu.

Lewat Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Mohammad Jembar mencoba peruntungan masuk ke sistem pemerintahan dengan merebut kursi jatah Dapil Tangerang 3.

Wajah baru lainnya adalah Rusdi. Caleg Partai Bulan Bintang yang biasa disapa Ustaz Rusdi ini pernah menjabat pengurus Front Pembela Islam dan pernah terdengar memimpin massa pada sejumlah kegiatan di beberapa tempat.

Meskipun bertabur figur, partisipasi politik di Dapil Tangerang 3 ini terbilang sebagai salah satu yang terendah. Mengutip laporan riset partisipasi pemilih pada pemilu 2014 yang diterbitkan KPU Kabupaten Tangerang, partisipasi pemilih di Dapil Tangerang 3 yaitu hanya sebesar 70,05 persen. Angka ini di bawah rerata nasional sebesar 75,57 persen.

Pada pemilihan anggota legislatif 2014, jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara hanya 295.165 pemilih. Mereka berasal dari Kecamatan Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi. Padahal jumlah pemilih yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 420.849 pemilih.

Jika tingkat partisipasi pada Pileg 2019 tidak terpaut jauh dengan periode sebelumnya, pemilih di dapil ini pada pemilu 2019 kemungkinan hanya mencapai 281.235 jiwa. Mengecilnya jumlah pemilih berimbas pada persaingan untuk mengamankan batas minimal kemenangan. Dengan rasio yang semakin kecil, perebutan suara pemilih dipastikan akan semakin sengit. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya