oleh

Selama 2 Pekan, Ini Aturan Penerapan PSBB di Kota Tangsel

Tangerang7.com, Ciputat – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerapan PSBB ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 18 April hingga 1 Mei 2020. Namun ini bisa diperpanjang jika diperlukan.

Penerapan ini serentak dilakukan bersama daerah lainnya yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Bagi masyarakat yang berdomisili atau bertempat tinggal dan melakukan aktivitas di Kota Tangsel wajib mematuhi pelaksanaan PSBB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Aturan teknis mengenai penerapan PSBB di Tangsel tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Tangsel Nomor 13 Tahun 2020. Ini diturunkan secara rinci pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam percepatan penanganan covid-19.

Di dalam Perwal diatur aktivitas apa saja yang masih diperbolehkan dan tidak selama PSBB di Tangsel. Pembatasan aktivitas dalam pelaksanaan PSBB seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan institusi pendidikan lainnya diliburkan.

Liburan yang dimaksud adalah penghentian proses belajar mengajar di sekolah dan menggantinya dengan proses belajar mengajar di rumah melalui metode pembelajaran jarak jauh. Baik itu media online maupun stasiun televisi yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Peliburan sekolah dikecualikan bagi lembaga pendidikan, penelitian dan pelatihan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Selain itu, aktivitas bekerja di perkantoran juga dihentikan sementara waktu selama PSBB berlangsung. Namun masih ada pengecualian untuk aktivitas pekerjaan.

Untuk seluruh instansi pemerintah, BUMN/BUMD yang turut serta dalam penanganan covid-19 dan pelaku usaha yang bergerak di bidang kesehatan, kebutuhan pokok, energi, komunikasi dan media, perbankan, logistik dan perhotelan.

Juga bagi pelaku usaha yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti warung kecil, toko kelontong, industri strategis, dan pelayanan dasar dan utilitas yang ditetapkan sebagai objek vital nasional masih bisa beroperasi.

Akan tetapi dalam penerapannya perlu dilakukan pembatasan jumlah karyawan, pembatasan interaksi dalam aktivitas kerja, pengaturan jam masuk dan jam pulang yang dilakukan secara bergantian dan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

Kegiatan keagamaan yang dilakukan di tempat ibadah pun tidak diperbolehkan selama masa PSBB. Semua tempat ibadah ditutup, kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing. Bahkan mengadakan kegiatan di rumah yang dihadiri orang banyak juga dilarang.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan juga mengacu pada peraturan perundang-undangan, fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui pemerintah.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kemeja putih) melakukan peninjauan pada hari pertama penerapan PSBB di posko check point PSBB Gading Serpong, Sabtu (18/4/2020)

Selama masa PSBB diterapkan, angkutan roda dua berbasis aplikasi (ojek online) dilarang membawa penumpang. Penggunaannya hanya untuk mengantar makanan atau barang.

Untuk kendaraan roda dua pribadi pun dilarang berboncengan. Pengguna sepeda motor pribadi wajib memakai masker dan sarung tangan serta dilarang berkendara jika sedang sakit.

Tidak ada penutupan akses keluar dan masuk Kota Tangsel selama PSBB berlangsung. Namun, ada beberapa titik check point arus lalu lintas yang dijaga sejumlah petugas Pemkot Tangsel, Polres, dan TNI dititik check point tersebut.

Di sana, pergerakan masyarakat selama PSBB akan dipantau, khususnya transportasi umum dan pribadi yang melintas. Sebab ada pembatasan moda transportasi, jumlah penumpang kendaraan maksimal 50 persen dari kapasitas angkutan.

Adapun titik check point di Kota Tangsel berada di Gading Serpong, Jalan RE Martadinata, Jalan Haji Juanda, Jalan Boulevard Bintaro, Pintu Tol Rawabuntu, Simpang Viktor dan Jalan Raya Puspitek.

Tranportasi untuk antar-jemput barang masih dapat beroperasi dengan catatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

Demikian pula dengan transportasi untuk fasilitas kebakaran, hukum, serta ketertiban dan darurat diperbolehkan beroperasi.

Kegiatan di luar rumah selama pemberlakuan PSBB, warga dilarang berkerumun dan melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari 5 (lima) orang di tempat atau fasilitas umum. Sebab tempat atau fasilitas umum ditutup sementara saat PSBB berlangsung.

Meski demikian, masyarakat yang hendak keluar rumah diimbau agar selalu gunakan masker, jaga jarak aman, cuci tangan dan hindari pengumpulan massa. (mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya