oleh

Sekeluarga Asal Sepatan Timur Jadi Korban Tsunami

SEPATAN TIMUR – Satu keluarga asal Kabupaten Tangerang menjadi korban tsunami di Anyer, Sabtu (22/12/2018). Mereka adalah keluarga Handi, yang tinggal di Kampung Pondok Kelor, Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur.

Handi pergi ke Anyer bersama 9 anggota keluarganya dalam rangka berlibur. Dia mengajak serta istri, anak dan cucunya. Mereka berangkat Sabtu sore dan langsung menyewa hotel saat tiba di Pantai Anyer.

Pada peristiwa yang tidak disangka-sangka tersebut, istri Handi yakni Nurjanah ditemukan meninggal dunia oleh tim search and rescue (SAR). Sementara Handi dan anggota keluarga yang lain mengalami luka dan kini dirawat di rumah sakit setempat.

Informasi ini disampaikan kakak korban, Iman. Menurut Iman, Handi bekerja sebagai pegawai di Kantor Kecamatan Sepatan Timur. “Mereka berangkat sepuluh orang rombongan. Saya dapat informasi sekitar jam 02.30, yang meninggal Ibu Nurjanah,” kata Iman kepada Tangerang7.com, Minggu (23/12/2018).

Saat ini, Iman dan keluarga sedang menunggu kedatangan jenazah. Di rumah duka sudah terpasang tenda dan bendera kuning. “Sedang menunggu kedatangan jenazah. Yang lainnya hanya luka luka dan dirawat di RSUD Serang,” kata Iman.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami. Ada 62 korban meninggal dunia.

“Data dampak tsunami sampai dengan 23 Desember 2018 sampai dengan pukul 10.00 WIB, data sementara jumlah korban meninggal, 62 orang meninggal dunia, luka-luka 584 orang, hilang 20 orang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (23/12/2018). (fdy/t7)




Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *