oleh

Sebelum Menikahi Adik Korban, Pelaku pun Berstatus Duda

Tangerang7.com, Jayanti – Sarjaya alias Jaya (63) ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Yahya (56), ustaz di Kampung Nangung, RT 04/01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Pria dengan keseharian sebagai sopir truk kontainer ini ditangkap polisi beberapa saat setelah peristiwa berdarah tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Cisoka Ajun Komisaris Polisi Uka Subakti mengungkapkan, pelaku merupakan suami dari Mulyanah (42), adik kandung korban. Sebelum membentuk keluarga baru bersama Mulyanah, Jaya ternyata berstatus duda. Ia bercerai dengan istri pertama lantaran tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga.

“Pelaku pernah nikah dua kali. Istri pertama sudah diceraikan, enggak cocok katanya,” ujar Uka dikonfirmasi Tangerang7.com, Selasa (2/7/2019).

Mantan Kepala Kepolisian Sektor Kronjo ini menyebutkan, Jaka memiliki empat orang anak. Di mana, ia dikarunia dua anak dari masing-masing istri. Tetapi, keluarga Jaka selalu dirundung masalah. Dua kali menikah tak pernah langgeng.

Jaka bahkan kini terpaksa mendekam di hotel prodeo alias penjara. Ia berurusan dengan aparat penegak hukum setelah membunuh Yahya, sang adik ipar. Yahya mengembuskan napas terakhir akibat dibacok dengan menggunakan golok oleh Jaya.

Uka mengatakan, selama enam bulan terakhir, istri pelaku atas nama Mulyanah tinggal di rumah korban. Penyebabnya adalah pelaku kerap bertengkar dengan istri. Jaya dan Yahya sama-sama bermukim di Kampung Nangung. Jarak kediaman kedua orang beripar ini hanya 100 meter.

“Pelaku merupakan sopir kontainer. Sebelumnya, terjadi pertengkaran antara pelaku dan istrinya, sehingga istri pelaku kabur dan berada di rumah korban sekitar enam bulan,” jelas Uka.

Adapun pembunuhan berawal ketika pelaku menebang pohon mangga dengan menggunakan golok, Selasa (2/7/2019). Sekitar pukul 08.00 WIB, ia bertemu korban sedang membersihkan halaman rumah.

Pelaku belakangan ini sudah enam kali ke rumah korban dengan maksud ingin membawa pulang si istri. Namun, niat pelaku selalu tidak direstui dan dihalang-halangi oleh korban. Pagi itu merupakan puncak dari kegeraman Jaya terhadap adik ipar.

“Pelaku meminta izin lagi mau membawa istri pelaku, namun tetap tidak diperbolehkan (oleh korban) dengan kata-kata ‘sampai kapan pun adik saya tidak bakal saya kasih sama loe’. Sehingga secara spontan karena kesal, pelaku langsung membacok korban,” jelas Uka seraya menirukan ucapan Yahya kepada Jaya.

Pada saat kejadian, korban sedang jongkok membersihkan sampah. Golok milik pelaku pun mengenai leher korban. Akibatnya, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, pelaku pergi ke rumah dan meninggalkan korban.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Tak ingin kehilangan jejak pelaku sekaligus mengantisipasi tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat, Uka memimpin tim untuk ke lokasi kejadian. Tak butuh banyak waktu, polisi membekuk Jaya.

“Pelaku ternyata masih berada di rumah sambil membawa golok. Anggota dengan cepat dapat mengamankan pelaku dan menyita barang bukti,” kata Uka.

Saat dalam perjalanan menuju mobil patroli milik polisi, keluarga korban dan massa tidak terima atas perbuatan pelaku. Sejumlah warga berusaha menghakimi pelaku. Ia dipukuli dengan menggunakan kayu dan tangan, serta ditendang.

Melihat amukan massa, polisi melepaskan tembakan peringatan. Sebanyak tiga butir peluru ditembakkan ke udara. “Agar tidak terjadi hal-hal yang buruk, sehingga pelaku dapat berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Cisoka untuk pengusutan lebih lanjut,” tandas Uka.

Jaya saat ini mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polsek Cisoka. Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis golok bergagang besi dan satu potong sarung berwarna hijau motif kotak-kotak.

“Motif pelaku adalah sakit hati karena istri pelaku yang berada di rumah korban dilarang dibawa pulang ke rumah, yang sebelumnya terjadi pertengkaran antara pelaku dan istrinya,” pungkas Uka. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya