oleh

SDM Bidang Hotel dan Restoran Harus Profesional

Tangerang7.com, Serpong Utara – Guna mencapai target kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang Selatan, insan pariwisata tak hanya bisa mengandalkan fasilitas. Namun juga sumber daya manusia atau SDM yang profesional. Apalagi ke depan tren SDM pariwisata makin menuntut akan jaminan kompetensi yang terkini.

Demikian dikatakan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat membuka kegiatan uji kompetensi sertifikasi profesi bidang hotel dan restoran di Hotel Merlyn, Serpong Utara, Senin (18/3/2019). Airin pun menyampaikan apresiasi kepada PHRI Kota Tangsel atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kegiatan uji kompetensi sertifikasi ini, bagi saya sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di dalam industri pariwisata,” kata Airin dalam keterangan tertulis.

Untuk itu uji kompetensi sertifikasi profesi sangat penting sebagai langkah untuk terus berkembang ke arah yang lebih strategis. Airin mengatakan, Pemkot Tangsel sangat menghargai dan mendukung segala upaya yang telah dilakukan semua pihak untuk mengembangkan model dan proses sertifikasi.

Kelembagaan juga terus didorong untuk menggunakan standar sertifikasi dengan masukan-masukan dari perusahaan. Sehingga proses pengembangan kompetensi dan pemanfaatan di lingkungan kerja dapat optimal. Sebab, tidak bisa dipungkiri daya saing industri pariwisata ditentukan kualitas industri dan SDM yang didasarkan standar kompetensi SDM pariwisata melalui kualifikasi okupasi nasional.

“Oleh karena itu diadakan uji kompetensi sertifikasi di bidang pariwisata ini untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja di bidang pariwisata, meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang pariwisata, agar mereka memahami pentingnya profesionalisme dan legalitas, serta dalam rangka berlakunya MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) agar siap bersaing dengan tenaga kerja asing, ” tandas Airin.

Ketua pelaksana Lembaga Sertifikasi Profesi Hospitality Cakrawala Indonesia Adi Setiawan mengatakan, sertifikasi profesi akan berdampak kepada setiap pegawai perhotelan yang mengikuti. Terbukti dengan peningkatan SDM yang dimiliki.

“Bukan hanya untuk akademis, tapi sertifikasi sangat penting dilakukan dalam berlangsungnya MEA,” ujar Adi.

Dia yakin manfaat dari uji kompotensi itu bisa meningkatkan kepercayaan diri dan tidak takut berkompetensi dengan insan pariwisata di luar negeri. “Tangsel menjadi regulator dalam menjalankan kompetensi ini. Sertifikasi ini menjadi jalur pendidikan okupasi yang dapat meningkatkan SDM melalui dari industri masing-masing, agar terderajat dengan yang memiliki ijazah yang formal,” ucap Adi.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Tangsel Gusri Efendi menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka mengasah kemampuan bersaing dalam profesionalisme. Dia mengatakan, di Tangsel sendiri ada hotel dengan general manager dari Prancis.

“Jangan hanya berdiam diri, namun harus ditingkatkan kompetensi di bidang pariwisata ini. Kita harus punya ruang dan daya tarik serta kompetensi agar kita bisa bersaing ke depannya,” tandas Gusri. (rls/riz)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya