oleh

Sambut May Day dengan Berolahraga dan Donor Darah

Tangerang7.com, Tigaraksa – Buruh di Kabupaten Tangerang bersepakat untuk melaksanakan kegiatan positif dalam rangka menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2019. Pekerja di kabupaten berjuluk kota seribu industri ini menyelenggarakan turnamen olahraga dan bakti sosial.

Cabang olahraga yang dipertandingan di antaranya bulu tangkis, bola voli, dan catur. Sementara bakti sosial berupa donor darah. Demikian dikatakan salah seorang aktivis buruh Kabupaten Tangerang, Agus Darsana, saat pembukaan turnamen di Gedung Olahraga Balai Latihan Kerja Salesian Don Bosco, Jalan KH Syekh Nawawi, Desa Mata Gara, Kecamatan Tigaraksa, Selasa (2/4/2019).

Ada beberapa organisasi buruh yang terlibat dalam kegiatan tersebut seperti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), serta organisasi buruh yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama Bipartit.

“Peringatan Hari Buruh Internasional dilakukan dengan cara sinergisitas tiga lembaga, mulai dari buruh, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Merayakan dengan cara berolahraga dan donor darah,” ujar Agus dalam keterangan tertulis.

Selain berolahraga dan bakti sosial, para buruh juga akan menggelar silaturahmi sesama buruh melalui kegiatan memancing bersama. “Puncak May Day nanti kita akan menggelar mancing bersama, didanai Pemerintah Kabupaten Tangerang,” kata Agus.

Buruh Harus Perangi Hoaks

Hadir dalam acara tersebut Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Pada kesempatan itu ia menyampaikan bahwa peringatan May Day 2019 berbarengan dengan momen politik, di mana dilaksanakan hanya beberapa hari setelah pemilu. Menurut Zaki, buruh harus turut serta menjaga kondisi kesejukan dan keamanan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Di momen politik banyak orang terjebak dalam informasi yang kurang akurat, sehingga kita bisa terjebak perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Hal ini harus juga diwaspadai oleh para aktivis buruh untuk menghindari hoaks jelang pemilu. Buruh harus bisa menjaga kekompakan menjelang May Day ini,” ucap Zaki.

Ia mengaku sangat khawatir dengan masifnya peredaran informasi bohong atau hoaks saat ini, di mana pengguna android menjadi komoditi dalam peredaran hoaks tersebut. Zaki mengatakan, menjelang pilpres dan pileg yang diselenggarakan secara pada 17 April nanti, masyarakat mesti lebih mawas diri dalam menerima setiap informasi.

Selain hoaks, media sosial juga diramaikan dengan kenyinyiran para netizen, sehingga makin memperkeruh keadaan. “Saya berharap buruh bisa menjadi agensi dalam masalah ini, supaya bisa menyampaikan kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkas Zaki. (rls/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya