oleh

Sahur on the Road; Ajang Berbagi Makanan, Bukan Balap Liar

Tangerang7.com – Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Berbagai kegiatan positif dilakukan untuk memperbanyak pahala. Satu di antara kegiatan yang identik dengan bulan Ramadan adalah sahur on the road (SOTR).

Dirangkum Tangerang7.com dari berbagai sumber, sahur on the road (SOTR) sendiri berawal dari aktivitas sahur. Sahur adalah aktivitas makan dan minum yang dilakukan pada dini hari oleh umat Islam yang hendak berpuasa, berlangsung hingga sebelum terbit fajar.

Dalam ajaran Islam, sahur hukumnya sunah. Meski demikian, sahur sangat dianjurkan karena terdapat keberkahan di dalamnya.

Sahur bisa dilakukan di mana saja. Di rumah, di masjid, atau bahkan di jalanan. Karena bisa dilakukan di mana saja, banyak yang kemudian melakukannya di jalan sambil berbagi dengan masyarakat kurang mampu.

Sahur on the road merupakan aktivitas yang muncul hanya di bulan puasa Ramadan. SOTR mulai menjadi tren di kalangan milenial sejak dekade 2000-an. SOTR dilakukan secara berkelompok atau bersama komunitas. Mereka santap sahur bersama di jalan.

SOTR mempunyai visi yang mulia. Tujuan SOTR semata-mata untuk berbagi makanan dengan mereka yang kurang mampu agar bisa bersantap sahur.

Fenomena tersebut bisa membangun karakter yang baik. Menumbuhkan rasa empati, gotong royong, rela berkorban, dan ikhlas.

Namun, belakangan ini SOTR yang awalnya mengusung konsep positif, bertransformasi menjadi ajang balap liar, konvoi, bahkan tawuran. Akibatnya, sejumlah daerah melarang SOTR.

Polda Metro Jaya telah mengantisipasi aksi balap liar yang mendompleng kegiatan sahur on the road. Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir mengungkapkan, penertiban balap liar akan melibatkan satuan kewilayahan seperti polsek, koramil, dan kelurahan setempat, serta melibatkan masyarakat.

Balapan liar biasa berlangsung pukul 01.00-03.00 dan pukul 05.00-06.00. “Pengamanan lebih dikedepankan pola preventif yaitu mencegah balapan liar, dengan patroli gabungan unsur Polantas dan Sabhara dan penempatan personel pada waktu dan lokasi balapan,” kata Nasir.

Menurut Nasir, polisi telah memetakan lokasi balap liar di wilayah Polda Metro Jaya. Untuk Kota Tangsel ada di Jalan Pondok Cabe Raya, Pamulang; Jalan Raya Ciputat; dan kawasan Serpong dan BSD.

Adapun di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang ada di Jalan Hasyim Azhari, kawasan perumahan di Cipondoh; Jalan Alam Sutera Boulevard, Cipondoh; dan kawasan Summarecon, Kelapa Dua.

Mengenai kegiatan sahur on the road, Nasir mengatakan, tahun lalu pemerintah daerah telah melarang karena tidak efektif dan keluar dari tujuannya. Polisi akan melakukan pengamanan sahur on the road, baik pengamanan orang, kendaraan, maupun kegiatan.

Adapun pola represif dilakukan dengan hunting system yakni melakukan pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan. Polisi juga melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas dan kelengkapan kendaraan seperti helm dan sabuk pengaman. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya