oleh

RUU Cipta Kerja, Jika Dipaksakan Berdampak Ganggu Psikologi Kesehatan Jiwa Pekerja. Bang Zul : Lagi Ada Wabah Covid, Kok Malah Paksakan Pengesahan RUU Cipta Kerja ?

Tangerang7.com, Tangerang – Sejak awal Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau omnibus law menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Partai Demokrat begitu kencang dan gencar mengkritisi RUU Ciptaker ini. Bahkan, Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta RUU Ciptaker ini dihentikan. Fraksi ini dengan tegas menolak RUU tersebut.

Ketua Umum Partai DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pun bersuara agar regulasi ini dihentikan. Politisi Partai Demokrat di Senayan pun bersuara lantang. Tak terkecuali anggota DPR RI asal daerah pemilihan Banten tiga (Tangerang raya), yakni Zulfikar Hamonangan, SH.

“Saya menilai RUU Cipta Kerja belum saatnya dibuat. Saat ini masyarakat sedang berjuang menghadapi kondisi kesehatan masing masing dan pemulihan dari situasi covd-19,” kata Bang Zul, sapaannya, ketika dihubungi, Minggu (4/10/2020).

Bang Zul meminta pemerintah seharusnya maksimal berjuang dan fokus dalam penanganan pandemi covid-19 dengan membuat RUU Virus Corona. Bukan malah menambah resah pikiran masyarakat. “Ini malah dapat menimbulkan dampak psikologi yang tidak baik di masyarakat nantinya,” katanya.

Ia mengatakan, belum lama ini masyarakat dibuat resah dengan adanya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Belum tenang pikiran masyarakat, sudah datang lagi RUU Cipta kerja.

“Kami di Fraksi Demokrat DPR RI tegas mempunyai sikap tak setuju dan menolak. Ini pun secara tegas disampaikan Ketua Umum kami, Mas AHY. Kami menilai RUU tersebut tidak layak untuk dibahas di saat keresahaan masyakat saat ini, di mana iklim usaha banyak mengalami penurunan dan bahkan banyak yang bangkrut. Penganguran pun terjadi di mana-mana akibat situasi covid-19 saat ini,” ujar Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat ini.

Bang Zul mempertanyakan urgensi RUU Cipta Kerja tersebut. “Apakah penting RUU Cipta Kerja tersebut dibahas jika menimbulkan keresahan di tengah masyarakat ?” ujarnya serius.

Ia menilai, RUU Cipta Kerja dapat berdampak psikologi yang kurang baik di masyarakat. Ia pun mengkritisi atas isi yang ada di dalam RUU tersebut, yakni :

1. Mengurangi jam istrirahat pekerja dan hari libur pekerja.

2. Perhitungan upah yang dilakukan berdasar satuan waktu atau jam kerja yang diubah.

3. Pekerja kantoran ada sama statusnya dengan pekerja lainnya yang ada diproduksi dan posisi lain.

4. Menjadi kabur terhadap hak pesangon dan PHK dapat berakibat tidak menerima hak tersebut.

5. Sanksi pidana terhadap pengusaha yang tidak bayar pesangon dihilangkan.

6. Ketentuan kenaikan upah pekerja atau buruh di tingkat kabupaten/kota dihilangkan, yang ada hanya UMR pada tingkat provinsi.

7. Jam kerja pekerja ditentukan pengusaha dengan aturan RUU Cipta Kerja.
8. Jam istitahat dihilangkan.
9. Bentuk jaminan sosial yang diubah dalam bentuk lain dan dapat diganti dengan bentuk jaminan sosial lainya.

10. Jika RUU ini dipaksakan dan disahkan dapat terjadi perhitungan upah dibuat per jam dengan sistem target.

“Banyak hal yang merugikan kepentingan pekerja atau buruh. Oleh karena itu, kami Partai Demokrat dengan tegas menolak RUU tersebut. Kami tidak akan hadir dalam pembahasan dan kami akan terus bersama buruh untuk menentang RUU tersebut,” tegas Bang Zul.

Dalam kesempatan ini, Bang Zul mengajak semua elemen dan kekuatan bangsa, termasuk pemerintah untuk fokus dan konsentrasi menanggulangi pandemi dan mengatasi dampak ekonomi. “Sebab masyarakat sedang membutuhkan keberpihakan negara dan pemerintah dalam mengatasi pandemi saat ini,” kata anggota Komisi VII DPR RI ini.

Sementara itu, Ketua SPSI Provinsi Banten Dedi Sudrajat pun sudah sejak awal munculnya omnibus law ini melakukan penolakan. Beberapa kali, ia dan elemen pekerja dan buruh di Banten melakukan aksi unjuk rasa penolakan.

“Kami menilai RUU ini tidak memihak pekerja dan buruh. Oleh karena itu, kami menolak dengan tegas,” kata Dedi. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya