oleh

Rp1,6 Miliar Uang Bulog Masih Tertahan di Desa

TANGERANG – Miliaran rupiah keuangan Perum Bulog Subdivre Tangerang tertahan di beberapa desa di Kabupaten Tangerang. Harga tebus beras sejahtera (Rastra) tahun 2017 sampai saat ini belum disetorkan. Nilainya mencapai Rp1,6 miliar.

Kepala Perum Bulog Subdivre Tangerang Junaidi Arrau mengatakan, persoalan tunggakan Rastra di Kabupaten sudah sejak lama. Pada Februari 2018, tunggakan mencapai Rp5,1 miliar. Penunggak terdiri dari 157 desa.

“Sejak Januari 2018, Bulog tidak menyalurkan Rastra. Diganti dengan Bansos (Bantuan Sosial) Rastra, tidak ada harga tebus. Justru tunggakan Rp5,1 miliar itu periode tahun 2017. Tetapi sekarang sudah berkurang, di angka Rp1,6 miliar,” ujar Junaidi melalui sambungan seluler, Selasa (6/11/2018) malam.

Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan agar tunggakan itu tertagih. Salah satunya memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Jaksa di bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) melakukan pemanggilan terhadap para kades yang bandel.

“Masa berlaku SKK itu sudah habis. Walau demikian, kita punya progres. Selain memberikan SKK, tim internal kami juga rutin melakukan penagihan, turun langsung ke desa-desa,” tandas Junaidi.

Ia mengakui Bulog tidak bisa berjalan sendiri. Sebab tidak punya kewenangan untuk menindak penunggak yang nakal. Belum lama ini, Perum Bulog Subdivre Tangerang kembali berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. Kasus tersebut kini ditindak lanjuti jaksa di bidang pidana khusus (pidsus).

“Kami juga selalu melaporkan ke Bupati Tangerang bagaimana perkembangan, setiap progres kami sampaikan,” pungkas Junaidi. (srh/srh)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya