oleh

Pegawai Pemkot Tangsel Terjerat Kasus Tanah, BKPP Belum Tahu

Tangerang7.com, Serpong – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi mengaku belum mengetahui adanya oknum pegawai honorer Pemkot Tangsel yang terjerat kasus mafia tanah.

“Saya belum tahu laporannya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (06/02/2019).

Diberitakan Tangerang7.com sebelumnya, Polda Banten menangkap 10 tersangka mafia tanah di sejumlah wilayah di Banten. Di antaranya ada oknum pegawai honorer Pemkot Tangsel yang ikut diciduk berinisial PH dalam kasus pembebasan tanah tol Serang-Panimbang.

“Nanti saya cek dulu. Saya baru dapat informasinya,” ujarnya.

Menurutnya, kalau terbukti pegawai honorer tersebut melakukan tindakan pidana tentu akan disanksi. Hanya saja saat ini ia belum bisa memastikan kesalahan oknum pegawai honorer tersebut.

“Kasusnya apa dulu. Pidana atau perdata. Kita harus pastikan dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasubdit II Hardabangtah Polda Banten AKBP Sofwan Hermanto menangkap 10 orang atas dugaan kasus mafia pembebasan lahan di Kabupaten Serang dan Tangerang. Komplotan tersebut menyerobot tanah milik warga di sekitar pembangunan tol Serang-Panimbang.

Adapun tersangkanya yaitu tiga orang yang mengaku tim pembebasan lahan untuk tol Serang-Panimbang.

Antara lain, seorang pegawai honorer di Pemkot Tangsel berinisial PH, PNS di Pemkot Serang inisial SS dan pengusaha LM.

PH, SS dan LM diduga menawarkan 23 bidang tanah seharga Rp5,5 miliar. Sementara tanah tersebut sudah dijual ke orang berbeda. (riz/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya