oleh

Ribuan Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan

Tangerang7.com, Tigaraksa – Kemarau panjang berdampak pada lahan pertanian di Kabupaten Tangerang. Ribuan hektare sawah di kabupaten berjuluk kota seribu industri ini mengalami kekeringan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Kamis (8/8/2019), kekeringan terjadi pada 1.153 hektare sawah. Terdiri dari 711 hektare ringan, 379 hektare sedang, 54 hektare berat, dan 9 hektare puso.

1.153 lahan krisis air itu tersebar di 19 kecamatan. Mulai dari Cisoka, Solear, Tigaraksa, Jambe, Cikupa, Panongan, Sindang Jaya, Balaraja, Jayanti, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Kronjo, Mekar Baru, Mauk, Kemiri, Rajeg, Teluknaga, hingga Kosambi.

“Luas standing crop atau pertanaman padi sawah 24.783 hektare, sehingga luas yang terdampak sampai saat ini adalah sebesar 4,6 persen,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Bangbang Purnama.

Dia mengatakan, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan tersebut. Seperti mengidentifikasi kantong-kantong air dan mengalirkan ke lokasi pertanaman, membagikan 43 unit pompa air di 18 kecamatan, serta memanfaatkan peralatan di Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

“Membantu pembuatan sumur pantek di 3 kecamatan yaitu Gunung Kaler, Curug, dan Kronjo. Selain itu, melakukan koordinasi dengan BPTPH (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura) Provinsi Banten untuk mengupayakan pinjaman pompa air,” jelas Bangbang.

Distribusi Air Bersih

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, kemarau panjang tidak hanya berdampak pada lahan pertanian tetapi warga di sejumlah wilayah krisis air bersih.
Pemerintah Kabupaten Tangerang pun terus berupaya mendistribusikan air bersih ke kampung-kampung.

Pada Kamis (25/7/2019) lalu misalnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengawal langsung pendistribusian air bersih kepada warga di Perumahan Sudirman Indah, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa.

Menurut Munir, pada musim kemarau tahun ini Pemerintah Kabupaten Tangerang kebanjiran permintaan air bersih, termasuk dari pelosok utara. Masyarakat meminta bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang dan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja.

“Kami siap membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Sekarang sudah 11 kecamatan yang telah berdampak kekeringan, mulai dari utara Kabupaten Tangerang hingga ke wilayah tengah di Tigaraksa,” kata pria lulusan magister sains ini. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya