oleh

Respons Wali Kota Tangerang Soal Ambulans Puskesmas Tak Boleh untuk Antar Mayat

Tangerang7.com, Tangerang – Beberapa hari lalu viral petugas pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas menolak untuk mengantarkan mayat dengan menggunakan ambulans. Insiden ini terjadi di Puskesmas Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah menginstruksikan pejabat Dinas Kesehatan Kota Tangerang merevisi prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) mobil ambulans untuk kegawatdaruratan.

“Untuk kegawatdaruratan, saya instruksikan untuk segera direvisi SOP-nya, jadi bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat,” kata Arief dalam keterangan tertulis.

Gawat darurat, lanjut dia, termasuk kejadian kematian dan untuk mengirim jenazah akibat kecelakaan. Selain itu, Arief akan melakukan optimalisasi mobil jenazah di seluruh puskesmas di Kota Tangerang.

“Saya ingin semua diperbaiki dan bisa disosialisasikan ke seluruh puskesmas dan juga armada kesehatan lainnya yang ada di Kota Tangerang,” ucap dia.

Sebelumnya, Muhamad Husen (8) dan Fitra (12) menemui ajal di Kali Cisadane. Tepat di belakang Perumahan Taman Permata Mulia, Jalan MH Thamrin, Cikokol. Kedua anak itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah tenggelam di Kali Cisadane, Jumat (23/8/2019) siang.

Jasad Husen dan Fitra berhasil ditemukan tim pencarian dan pertolongan atau lebih dikenal SAR (search and rescue) dalam kurun kurang dari 24 jam. Ironinya, keluarga Husen bak jatuh tertimpa tangga.

Saat hendak membawa mayat Husen ke rumah duka, keluarga tidak mendapat armada. Supriyadi, paman Husen, sudah mencoba meminta bantuan di puskesmas untuk mengantarkan jenazah dengan menggunakan ambulans. Namun, petugas Puskesmas Cikokol menolak permintaan tersebut dengan alasan SOP penggunaan ambulans.

Supriyadi kemudian menghubungi unit pelayanan mobil jenazah melalui sambungan selular. Lagi, usaha itu tidak membuahkan hasil. Percakapan Supriyadi dengan petugas unit pelayanan mobil jenazah terkendala jaringan.

Mayat Husen pun terpaksa dibopong oleh Supriyadi. Ketika menaiki jembatan penyeberangan orang, seorang warga berinisiatif untuk membantu. Ia memfasilitas pengantaran mayat itu menuju rumah duka dengan menggunakan mobil pribadi.

Bersurat ke Kementerian PUPR

Insiden tersebut seketika viral di media sosial. Arief pun melakukan takziah ke rumah duka, tepat di Kampung Kelapa, RT 03/05, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Minggu (25/8/2019). Kepada keluarga korban, Arief menyampaikan belasungkawa.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Tangerang menyampaikan turut berduka cita atas musibah tenggelamnya dua anak yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” ucap Arief.

Pada kesempatan itu, dia tidak hanya menginstruksikan pejabat Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk merevisi SOP penggunaan ambulans. Tetapi, dia meminta Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang untuk melakukan pengamanan di sekitar bantaran Sungai Cisadane, serta berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun turap di sepanjang Sungai Cisadane.

“Kita akan meminta pengamanan kepada Dinas PU, misalnya dipagar dulu atau seperti apa. Kita juga akan bersurat ke Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk menindaklanjuti penurapan supaya jangan ada lagi korban-korban lain di pinggir Sungai Cisadane,” pungkas Arief. (fdy/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya