oleh

Raup Uang Rp250 Juta, 2 Pembobol Toko Sembako Ditembak Polisi

Tangerang7.com, Pakuhaji – Hampir satu tahun buron. Komplotan maling di toko sembako milik Danny Mardanus, Kampung Cituis, Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, akhirnya dibekuk polisi. Dua pelaku ditembak pada bagian kaki lantaran berusaha kabur saat polisi melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti.

Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno menjelaskan, pencurian di toko sembako itu terjadi pada Mei 2018. Kedua pelaku yakni Warjo alias Arjo (35) dan Kanedi alias Juned (43). Warjo merupakan residivis dan pernah divonis dua tahun penjara, sementara Kanedi sehari-hari mengelas besi.

Keduanya masuk ke dalam toko dengan merusak dan melepas atap seng, lalu merusak plafon dan turun menggunakan tali tambang jangkar. Kemudian, Warjo dan Kanedi dengan leluasa mengambil sejumlah uang dan barang di toko tersebut.

“Setelah berhasil, pelaku keluar melalui jalan yang sama. Barang-barang berupa rokok dimasukkan kantong, lalu diikat tali plastik dan ditarik dari atas,” jelas Suyatno saat konferensi pers di Mapolsek Pakuhaji, Senin (11/3/2019).

Sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (16/5/2018), Danny membuka toko itu. Ia pun sangat terkejut melihat seisi toko acak-acakan. Setelah dicek, ternyata ada uang dan barang-barang yang hilang. Terdiri dari uang tunai Rp200 juta di laci meja, 3 buah celengan berisi uang sekitar Rp50 juta, 1 unit laptop, dan 6 slop rokok berbagai merek.

“Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pakuhaji. Atas kejadian tersebut diperkirakan kerugian korban sekitar Rp250 juta,” tandas Suyatno dalam rilis ungkap kasus yang dihadiri Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim itu.

Polisi pun langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi. Beruntung, toko itu dilengkapi kamera pengawas atau CCTV sehingga membantu memudahkan polisi dalam mengidentifikasi pelaku.

Ancaman 7 Tahun Penjara

Jumat (1/3/2019) sekitar pukul 23.30 WIB, tim Unit Reskrim Polsek Pakuhaji mengendus keberadaan Kanedi di wilayah Kecamatan Teluknaga. Polisi pun berhasil menangkap pelaku. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Warjo di wilayah Pakuhaji.

“Selanjutnya dikembangkan untuk pencarian barang bukti lainnya, namun kedua tersangka berusaha melarikan diri dan dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Suyatno.

Kepada polisi, pelaku mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk berfoya-foya serta membeli barang-barang elektronik dan kebutuhan lainnya. Warjo dan Kanedi kini mendekam di balik jeruji sel tahanan Polsek Pakuhaji. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara. (mus/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya