oleh

Kutu Buku Berpesta; Rasanya Tangan ini Enggak Bisa Berhenti Nyomot

Tangerang7.com, Pagedangan – Bazar buku Big Bad Wolf (BBW) sukses menyedot pencinta buku untuk datang. Harga miring yang ditawarkan tak disia-siakan para kutu buku untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang diinginkan.

Salah seorang pengunjung, Nana (32), mengajak serta kedua anaknya, Zee (7) dan Driss (2,5) ke bazar buku di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kabupaten Tangerang. Dengan menggunakan kereta dorong, Nana berkeliling lokasi Big Bad Wolf. Sementara kedua anaknya, duduk manis di kereta dorong yang penuh buku.

Zee tak henti-hentinya bertanya setiap kali melihat gambar hewan aneh di buku bergambar yang diberikan sang ibu. Sementara adiknya juga tak mau kalah berkomentar dengan menganggap semua hewan aneh adalah kambing.

“Saya ingin kebiasaan membaca menular kepada anak saya. Membaca itu menyenangkan dan saya ingin mereka merasakannya,” kata Nana.

Zee yang duduk di taman kanak-kanak B mulai gemar membaca cerita bergambar, terutama yang tokohnya memiliki banyak bulu. Driss juga suka dengan buku. Meskipun belum bisa membaca, setidaknya dia suka mencoret-coret buku cerita milik Zee.

“Membaca itu tidak perlu dipaksa. Saya yakin kalau mereka terbiasa dekat dengan buku, suatu saat mereka akan menyukainya,” kata Nana.

Rindu Masa Kecil

Bagi para kutu buku ini, mendatangi bazar buku Big Bad Wolf tak ubahnya seperti memasuki pesta di gudang harta karun. Mereka disuguhi 5,5 juta buku dari berbagai judul.

Pengunjung lainnya, Aji, mengaku tertarik mencari komik-komik kesukaannya. Bahkan ada buku impor yang dijual dengan potongan harga sampai 80 persen. Harga miring yang ditawarkan BBW membuat Aji lupa di rumahnya hampir tidak ada lagi ruang untuk menyimpan komik. Namun, hal itu tampaknya tak terlalu jadi soal buat dia. “Rasanya tangan ini enggak bisa berhenti nyomot buku,” ujar Aji (47).

Dia datang ke BBW secara khusus untuk menambah koleksi komik Barat. Dua keranjang ukuran sedang yang dibawa sudah penuh, tetapi ia belum berniat berhenti menggondol komik. “Kalau enggak sekalian borong, nanti malah menyesal. Ini, kan, cuma satu tahun sekali,” kata Aji.

Sejak kecil ia menggemari komik Barat, misalnya Asterix dan Obelix. Karena komik Barat biasanya lebih mahal, waktu kecil ia tak bisa sering-sering membeli komik kesukaannya itu.

Kerinduan masa kecil itu tak hilang dimakan waktu, bahkan justru semakin kuat ketika Aji beranjak dewasa.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang datang membuka gelaran BBW mengatakan, melalui buku seorang anak belajar mengenal dunia sekitar. Melalui buku pula mereka berkenalan dengan buah pikiran para tokoh besar dunia.

“Dengan buku kita tahu segalanya. Kalau kita rajin baca akan tahu segalanya,” kata Susi. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya