oleh

Rakor di Serang, Mendagri Apresiasi Penanganan Covid-19 di Banten

Tangerang7.com, Serang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kota dan kabupaten di wilayah Banten terkait penanganan covid-19 (virus corona).

Apresiasi disampaikan Mendagri usai menggelar rapat koordinasi penanganan wabah virus corona Kementerian Dalam Negeri dengan jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota dan Kabupaten se Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kota Serang, Kamis (19/3/2020).

Hadir dalam rakor ini, Gubernur Wahidin Halim, Sekda Pemprov Banten Al Muktabar, Kapolda Banten Irjen Agung Sabar Santoso, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, jajaran pejabat Kementerian Dalam Negeri, Jubir Gugus Tugas Covid 19 Banten yang juga Kepala Dinkes Pemprov Banten Ati Pramudji H, serta kepala OPD di lingkup Pemprov Banten.

Tito mengatakan, langkah-langkah yang diambil itu berupa edukasi kepada masyarakat terhadap pencegahan atau penyebaran virus corona, seperti menjaga jarak, menghindari keramaian.

“Saya apresiasi langkah-langkah Pak Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Edukasi dan sosialisasi disampaikan ke masyarakat,” kata mantan Kapolri ini.

Pencegahan dan penanganan warga yang terpapar virus corona di Banten pun diapresiasi Mendagri.

Kata Tito, saat ini memasuki fase penularan. Pada fase ini, umumnya mengalami grafik eksponensial, pertumbuhan cepat. Secara bersama-sama pemerintah melakukan edukasi ke masyarakat. Langkah-langkah untuk membuat kebijakan social distance dan kerumunan karena menunjang penularan. Kerumunan dalam kegiatan pariwisata, keagamaan, maupun olahraga dan seni kalaupun tetap dilaksanakan harus ada social distance.

Dalam kesempatan itu, Tito mengatakan bahwa dirinya memberi masukan agar edukasi dan sosialisasi pencegahan penularan covid-19 ini harus terus dilakukan, bahkan dilakukan secara masif.

“Beri edukasi yang masif ke masyarakat apa itu covid-19, cara mencegahnya, karakteristiknya. Tapi, jangan membuat panik,” kata Tito.

Sementara itu, berdasar informasi covid-19 di Banten dari situs infocorona.bantenprov.go.id, terdapat 275 orang dalam pemantauan (ODP), yakni 200 orang masih dipantau dan 75 orang sembuh. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) totalnya ada 62 orang, yakni 53 orang masih dirawat dan 9 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan kasus terkonfirmasi covid-19 di Provinsi Banten ada 20 kasus, yakni 16 orang masih dirawat, satu orang sembuh, dan tiga orang meninggal. (t7/set)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya