oleh

Raih Penghargaan Prince Claus dari Kerajaan Belanda

Cerita tidak berhenti sampai di situ. Tim dewan juri bahkan menanyakan kesediaan Eka. “Mereka bilang mau terima atau nggak. Begitu saya terima, saya ditanya kamu tahu nggak Prince Claus itu apa? Ya tahu sih. Kalau dapat, suka nggak? Ya suka sih,” ujar Eka menirukan percakapan antara tim The Prince Claus Fund dan dirinya.

Menurut Eka, tim dewan juri Prince Claus tak hanya membaca versi berbahasa Inggris dari terjemahan karya sastra. Tetapi juga novel karya Eka berbahasa Indonesia yang saat ini sudah ada enam buku. Selain itu, tim dewan juri mencari opini kedua dari penerima Prince Claus sebelumnya.

“Kadang bertanya dengan pemenang sebelumnya. Jadi ada semacam jejaring untuk memberikan opini kedua,” lanjut penulis kumpulan cerpen ‘Corat-coret di Toilet’ tersebut.

Eka Kurniawan menerima Prince Claus Awards di Belanda. (Foto : KBRI Den Haag/detik.com)

Di penghargaan Prince Claus 2018, selain Eka Kurniawan ada nama lainnya. Terdiri dari Adong Judith dari Uganda untuk bidang teater, Marwa al-Sabouni dari Syria untuk kategori arsitektur dan urbanisme, Kidlat Tahimik dari Filipina untuk visual arts/film, dan O Menelick Ato dari Brasil untuk kategori media/jurnalistik.

Sementara, Market Photo Workshop dari Afrika Selatan meraih Principal Prince Claus Award 2018 untuk bidang fotografi. Serta Dada Masilo yang juga berasal dari Afrika Selatan meraih Next Generation Award 2018 untuk bidang tari. (dtc/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya