oleh

Raih Penghargaan Prince Claus dari Kerajaan Belanda

Tangerang7.com – Sejak tahun 1997, Kerajaan Belanda melalui The Prince Claus Fund memberikan anugerah kepada seniman yang dianggap mengembangkan kebudayaan di ranah internasional. Desember 2018 lalu, novelis asal Ciputat, Kota Tangerang Selatan, mengharumkan nama Indonesia.

Adalah Eka Kurniawan, membawa pulang Price Claus Award ke tanah air. Ia dikenal lewat novel bertajuk Cantik Itu Luka. Eka menerima penghargaan Prince Claus bersama 6 seniman dunia lainnya. Hadir pada penyerahan penghargaan oleh Pangeran Constantijin itu I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda.

Dirangkum dari detik.com, Minggu (17/2/2019), Puja bersama para penerima penghargaan lainnya berkesempatan bertatap muka dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti, di Royal Palace, Amsterdam, Belanda. Dalam kesempatan itu, Puja menyampaikan perasaan bangga atas terpilihnya seorang penulis Indonesia sebagai salah satu dari tujuh penerima penghargaan tahun 2018.

Menurut Puja, penghargaan yang diterima Eka tersebut menunjukkan bahwa dunia internasional makin mengetahui dan mengenal karya-karya besar anak bangsa. Tidak hanya mengharumkan nama bangsa, keberhasilan Eka diharapkan mampu memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri anak bangsa untuk berkarya dan menuangkan kreatifitasnya.

Eka menerima penghargaan Prince Claus kategori sastra dari Kerajaan Belanda pada Desember 2018. Setelah malam penganugerahan di Royal Palace, Amsterdam, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol menyerahkan sertifikat penghargaan dalam acara perayaan di Erasmus Huis, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Rob Swartbol menuturkan, perayaan kali ini agak berbeda ketimbang di Istana Kerajaan Belanda beberapa waktu lalu. “Ini adalah perayaan kami di Erasmus Huis Jakarta seperti tradisi Prince Claus di negara penerima penghargaan,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 1996, penghargaan tersebut dibuat untuk menghormati Pangeran Claus. Sepanjang 21 tahun belakangan, Pangeran Claus selalu memberikan anugerah kepada sosok maupun lembaga atas pencapaiannya di bidang kebudayaan di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Karibia.

Belajar dari Karya Pramoedya Ananta Toer

Menurut tim dewan juri Prince Claus, karya Eka mampu mengeksplorasi sejarah Indonesia melalui fiksi. Cerita-cerita Eka terpengaruh oleh karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang akhirnya melahirkan ‘realisme sosial’.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya