oleh

PWI Banten Bentuk Tim Kawal Perkara Wartawan

Tangerang7.com, Serang – PWI Provinsi Banten membentuk tim khusus untuk mengawal perkara hukum yang melibatkan sejumlah wartawan di Provinsi Banten.

Tim LKBH PWI Banten ini terdiri atas kuasa hukum dan wartawan yang ditugaskan berdasar surat keputusan (SK) dari Ketua PWI Banten, No: 0177/KPTS/CBN-PWI/III/2020 tentang Pengangkatan Tim Pendampingan Hukum bagi EM dan lainnya.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada EM, ST, LH dan AH. Keempatnya dituduh melakukan tindak pemerasan kepada PT Wastec International, di Cilegon, dengan laporan polisi : LP/60/ll/RES.1.19/2020/Res. Cilegon/Banten, tertanggal 27 Februari 2020.

“Kami memberikan pendampingan untuk mencegah munculnya kriminalisasi terhadap kerja pers di Provinsi Banten. Nanti tim ini juga akan mendalami perkara ini baik dari aspek hukum maupun dari aspek jurnalistiknya,” katanya.

Opan menambahkan, secara aklamasi, pihak keluarga para wartawan yang kini sudah menjadi tersangka, memercayakan PWI Banten untuk melakukan pendampingan hukum. Atas dasar itu pula kemudian tim khusus ini dibentuk.

Adapun personel dari tim itu adalah Tota P Samosir (advokat) yang akan bertindak sebagai koordinator. Sementara Cecep Saefudin (advokat) dipercaya menjadi sekretaris tim.

Sementara, yang ditunjuk sebagai anggota adalah perwakilan PWI yang terdiri atas Dudi Mulyadi, Suryadi, Pesta Silitonga, Teguh Akbar Idham, Adi Adam. Selain itu, ada juga Chandra Magga yang saat ini merupakan pemimpin redaksi di harian Banten Pos.

“Tim ini akan bergerak di bawah arahan Lak Sahatma Refindo, yang merupakan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi PWI Banten,” ungkap Opan, sapaannya.

Sementara itu, Koordinator Tim Advokasi Tota P Samosir menyatakan siap menjalankan amanat PWI untuk melakukan pembelaan.

Pihaknya akan bekerja sama dengan anggota tim lain untuk melakukan pembelaan sekaligus mengungkap tabir yang menyelimuti kasus ini.

Sekretaris Tim Advokasi Cecep Saefudin berharap seluruh pihak yang memiliki informasi terkait perkara ini untuk bisa berkoordinasi dengan tim advokasi di kantor PWI Banten.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar perkara ini bisa terang benderang,” pungkasnya. (rls/fdy/set)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *