oleh

PSBB Jawa-Bali, Pemkot Tangsel Susun Kebijakan Tindak Lanjut Surat Edaran Pemerintah Pusat

Tangerang7.com, Ciputat – Pemerintah pusat kembali memastikan akan memperketat pelaksanaan PSBB yang diberlakukan di semua daerah. Terkait hal tersebut, Pemkot Tangsel juga saat ini akan segera menyiapkan kebijakan dengan menyesuaikan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Fuad, menjelaskan, bersama dengan Satgas Covid-19, saat ini akan segera menyusun ketentuan tersebut. Ini merupakan tindak lanjut surat edaran mengenai ditingkatkannya lagi status PSBB di daerah.

Selain itu, satgas juga akan memiliki peran untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai proses 4M. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari keramaian.

”Serta kita juga akan mengoptimalisasi 3-T yang mana merupakan tracking, testing dan treatment,” terang Fuad.

Adapun untuk 3-T ini, kata Fuad, pemerintah sudah menyiapkan semaksimal mungkin ruang perawatan bagi kasus positif.

Fuad menambahkan, pengawasan mengenai proses PSBB yang akan berlangsung pada 11 januari hingga 25 Januari 2021 ini, kembali dimaksimalkan. Sehingga masyarakat akan lebih segan untuk melanggar kebijakan yang ditetapkan pada masa PSBB tersebut.

Pemkot akan melaksanakan pengetatan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan. Dengan meningkatkan pelaksanaan operasi yustisi yang akan dilakukakan oleh Satpol-PP, aparat Kepolisian, dan melibatkan unsur TNI.

Pemkot akan terus memantau pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini, dengan melakukan evaluasi dan monitoring secara intensif.

Implementasinya, pemkot akan menguatkan pelaksanaan operasi yustisi untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan covid-19.

Keadaan Tangsel saat ini, angka kematian mencapai 5 persen. Naik dari angka sebelumnya, yakni 4,3 persen. Sedangkan, tingkat kesembuhan mencapai 84,4 persen.

Angka-angka tersebut juga dilengkapi dengan angka okupansi ruang isolasi yang kini sudah terisi mencapai 92 persen. Dengan ruang ICU yang sudah digunakan sebanyak 96 persen.

”Dengan keadaan angka tersebut diharapkan masyarakat bisa lebih disiplin, agar bisa pelaksanaan proses pencegahan penularan covid-19 bisa dilakukan dengan maksimal,” kata dia. (rls/lin/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya