oleh

Program GILANG Mudahkan Peserta JKN-KIS Bagi Pekerja Penerima Upah dan Pensiunan

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemerintah canangkan Program Registrasi Ulang (GiILANG) untuk sebagian peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal ini menindaklanjuti rekomendasi KPK dan hasil audit BPKP tahun 2018 serta hasil rapat bersama kementrian/lembaga per 1 November 2020.

Program Gilang meliput segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), dan penerima pensiun yang datanya belum terisi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa Nunki Malahayati Tambunan, menjelaskan, saat melakukan registrasi ulang, peserta JKN-KIS dari segmen tersebut dapat melakukan pengecekan status kepesertaannya melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan informasi melalui WhatsApp (CHIKA) di nomor 0811750400, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit atau Aplikasi JAGA KPK.

“Bagi peserta JKN-KIS dari ketiga segmen tersebut yang datanya belum terisi NIK, status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara. Nantinya saat dicek status kepesertaannya mulai tanggal 1 November 2020 akan muncul notifikasi untuk melakukan registrasi ulang,” ujar Nunki, saat acara Ngopi Bareng JKN bersama awak media di Lemo Hotel, Jl. Raya Legok, Kamis (26/11/2020).

Para peserta dapat melakukan pembaruan data NIK dengan cara menghubungi kantor cabang melalui Pelayanan Administrasi dengan WhatsApp (PANDAWA) menu pengaktifan kembali kartu, petugas BPJS SATU! di RS maupun BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 dengan hanya menyiapkan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Kartu Keluarga (KK) dan kartu peserta (KIS).

Dijelaskan Nunki, jika sudah melaporkan pembaruan data, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dalam waktu maksimal 1×24 jam.

BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa juga menggandeng beberapa puskesmas untuk melakukan pembaruan data NIK kosong dengan memberikan data peserta disertai NIK kosong yang berada di wilayahnya untuk dikumpulkan. Pada hari yang sudah ditentukan, peserta tersebut dapat melakukan pembaruan data di Puskesmas yang ditunjuk. Petugas BPJS Kesehatan akan membantu para peserta tersebut untuk melakukan registrasi ulang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, hasil audit BPKP juga merekomendasikan mengenai bayi baru lahir. Bayi tersebut dapat didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS pada hari kelahirannya. BPJS Kesehatan selalu mengingatkan untuk memperbaharui data bayi paling lambat usia bayi 3 bulan. Kurun waktu 3 bulan tersebut, orang tua dianggap sudah mengurus administrasi kependudukan bagi bayi nya.

“Namun, kenyataan di lapangan, masih banyak orang tua dari bayi tersebut yang tidak taat untuk memperbaharui data dari bayi tersebut. Akibatnya masih banyak data di BPJS Kesehatan yang masih bernama “Bayi Ny. Xx” sehingga ketika akan melakukan pelayanan kesehatan, mereka akan diarahkan oleh fasilitas kesehatan untuk memperbaharui data tersebut,” ungkap Nunki.

Terhitung 1 Desember 2020, bayi berusia lebih dari 3 bulan namun belum memiliki NIK Padan Dukcapil segmen peserta Non Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan dinonaktifkan. Penonaktifan ini tidak mengurangi hak peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Cukup dengan melakukan pembaruan data dengan registrasi ulang untuk mengaktifkan kembali kartu peserta tersebut, sudah dapat memanfaatkan lagi Program JKN-KIS dan mendapatkan kembali pelayanan kesehatan.

“Cara pengaktifannya pun sama dengan Program GILANG, tidak perlu ke kantor cabang, cukup dengan mengakses kanal pelayanan administrasi yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan. Untuk nomor PANDAWA BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa sebagai berikut 081210292667. Namun, sebelum melakukan registrasi ulang, peserta wajib memastikan bahwa NIK-nya sudah termasuk NIK Padan Dukcapil melalui hotline, WhatsApp, SMS, dan email yang disediakan oleh Dukcapil,” jelasNunki.

Menurut Nunki, ada kurang lebih 71.000 bayi  baru lahir yang datanya tidak valid dan belum terupdate terdaftar di BPJS kesehatan Cabanng Tigaraksa.

Sejak diadakannya GILANG, ada 11.000 ribu bayi sudah terupdate datanya di BPJS kesehatan. Kurang lebih 60.000 bayi datanya belum terupdate di BPJS kesehatan Tigaraksa.

Hingga saat ini BPJS kesehatan Cabang Tigaraksa  terus melakukan pendataan dan bekerjasama dengan Disdukcapil untuk mendapatkan data yang valid. (did/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya