oleh

Pria di Teluknaga Bunuh Diri Pakai Gerinda

Tangerang7.com, Teluknaga – Kasus bunuh diri terjadi di Kampung Rawa Lini, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Mustopa Kamal (30) mengembuskan napas terakhir secara mengenaskan. Buruh bangunan itu tewas setelah bunuh diri menggunakan mesin gerinda.

Kejadian tersebut persis di Sekretariat Masjid Al-Hasaniyah, Kampung Rawa Lini. Akibatnya, Mustopa mengalami luka robek pada leher bagian depan.

Saat dilarikan ke klinik terdekat, tekanan darah Mustopa tidak lagi terdeteksi, nadi tidak lagi berdenyut, pipi melebar, dan refleks kornea negatif.

“Korban meninggal karena pendarahan hebat,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2019).

Abdul menuturkan kronologi kasus bunuh diri itu. Pada Rabu (18/12/2019) pukul 18.30 WIB, usai silaturahmi di rumah saudaranya, Mustopa dan Wawan (34) hendak salat Isya di Masjid Al-Hasaniyah. Kedua pria tersebut merupakan adik kakak.

Ketika sampai di masjid, Mustopa berada di belakang Wawan. Wawan pun wudu. Setelah itu dia tidak melihat Mustopa.

“Lalu saksi masuk ke masjid. Begitu mau melaksanakan salat, saksi mengingat korban, lalu saksi menengok ke belakang namun korban tidak ada,” ujar Abdul.

Wawan kemudian keluar masjid dan masuk ke tempat tidur, yakni di kantor Sekretariat Masjid Al-Hasaniyah. Saat buka pintu, Wawan melihat Mustopa dalam keadaan tergeletak di lantai, tidak jauh dari mesin gerinda. Darah pun tampak berceceran.

“Kemudian, saksi berusaha mencari pertolongan. Setelah dapat bantuan dari warga, saksi dan warga membawa korban ke Klinik Khalifah sekitar 19.47 WIB,” ujar Abdul.

Namun, nyawa Mustopa tak tertolong. Ia pergi untuk selama-lamanya. Dokter menyebut, korban meninggal dunia sebelum tiba di klinik.

Abdul mengatakan, Mustopa dan Wawan memang sudah 10 hari bekerja sebagai buruh bangunan untuk pembangunan parkiran Masjid Al-Hasaniyah. Selama bekerja, dua pria bersaudara itu tinggal di sana.

BACA JUGA:  11 Penyandang Disabilitas Ikuti Ujian SIM D di Tigaraksa
Diduga Akibat Depresi

Polisi dari Polsek Teluknaga melakukan cek tempat kejadian perkara, serta memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Terungkap, Mustopa sudah lama mengalami depresi dan sering merasa ketakutan. “Korban sudah tiga hari mengalami sakit kepala,” kata Abdul.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 unit gerinda duduk. Pihak kelurga pun sudah membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah Mustopa.

“Keluarga korban menerima kejadian tersebut sudah takdir dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Abdul. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya