oleh

Pria Bergolok Serang Polisi di Mapolsek Batu Ceper

Tangerang7.com, Batu Ceper – Jajaran Polsek Batu Ceper dihebohkan dengan kedatangan pria paruh baya. Pasalnya, orang tidak dikenal atau OTK itu kedapatan membawa senjata tajam jenis golok.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menjelaskan kronologi kasus tersebut. Pada Senin (28/10/2019) pukul 05.00 WIB, datang OTK di Mapolsek Batu Ceper, Jalan Daan Mogot KM 21, Kota Tangerang. Ia berniat istirahat di sana.

Lantaran curiga, Ipda Jayadi bersama personel Polsek Batu Ceper menanyakan identitas dan memeriksa badan serta pakaian OTK tersebut. Ketika itu polisi menemukan Sebilah golok di pinggang sebelah kiri pria itu.

“Setelah dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan sebilah golok bersarung kayu, kemudian pelaku berontak ingin menyerang anggota, namun dapat diamankan,” kata Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pria bergolok itu diketahui bernama Jamaludin alias Jamal. Pria kelahiran September 1978 tersebut berstatus duda.

Ditilang di Cilegon

Pada Sabtu (26/10/2019) petang, Jamal berangkat dari Pandeglang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra tanpa pelat nomor. Ia hendak ke Jakarta untuk mencari saudaranya bernama Hasan.

Tetapi, saat tiba di dekat Mapolres Cilegon, ia ditilang. Lantaran tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan, sepeda motor Jamal pun diamankan.

Kendati ditilang, polisi membantu Jamal agar tetap sampai pada tujuan. Ia dinaikkan ke bus menuju Jakarta dan turun di Terminal Kalideres.

Begitu sampai di Kalideres, Jamal berjalan kaki tanpa tujuan pasti. Ia melihat-lihat pinggir laut sembari menunggu untuk dilantik menjadi gubernur oleh Joko Widodo.

“Kemudian, karena tidak ketemu dengan Hasan, yang bersangkutan ingin pulang ke Pandeglang jalan kaki,” ujar Abdul.

Akibat kelelahan, Jamal meminta izin kepada petugas kebersihan untuk beristirahat di Halaman Mapolsek Batu Ceper. Tak lama kemudian, ada dua orang polisi berpakaian preman bertanya ke Jamal “mau kemana?” dan dijawab “mau kasih uang 1 miliar ke polisi setelah saya dilantik jadi presiden.

Diduga Gangguan Jiwa

Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan sejumlah saksi, guna memastikan kondisi kesehatan Jamal. Berdasarkan keterangan pihak keluarga di Pandeglang, Jamal disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan sejak 6 tahun lalu atau sejak bercerai dengan istri.

Beberapa tahun terakhir, Jamal sering ke mapolsek dan kantor kecamatan di wilayah Pandeglang. Tiap berbicara di sana, ia kerap menyebut nama Presiden Joko Widodo dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Sehingga, petugas di mapolsek maupun kantor kecamatan sudah tahu dan mengerti kalau Jamal mengalami gangguan kejiwaan. Ia pun pernah berobat di bidan dan dikasih obat, tetapi tidak pernah diminum.

“Intinya, yang bersangkutan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Penyidik akan memintakan pemeriksaan kejiwaan kepada dokter ahli jiwa,” pungkas Abdul. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya