oleh

Pria 31 Tahun Gagal Timbun Djaran Goyang Ilegal di Cisoka

Tangerang7.com, Tigaraksa – Petugas Bea dan Cukai Tangerang meringkus pria berinisial M atas dugaan peredaran rokok ilegal. Pada kasus ini, petugas mengamankan sebanyak 40 bal atau 160 ribu batang rokok ilegal.

Rokok ilegal tersebut terdiri dari beberapa merek. Mulai dari Djaran Goyang, Laris Brow, hingga GLS Sport Menthol. Tersangka berencana akan menimbun rokok itu di wilayah Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, sebelum dijual secara eceran kepada pedagang kecil.

Aksi pria berusia 31 tahun tersebut gagal ketika ia tepergok petugas Bea dan Cukai Tangerang pada Kamis (5/9/2019) lalu. Ketika itu, petugas sedang melaksanakan patroli darat di bilangan Kecamatan Cisoka dan melihat satu unit minibus mencurigakan.

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan. Alhasil, di dalam minibus itu terdapat 40 bal rokok berbagai merek.

“Saat melakukan penelusuran pada proses peredaran rokok tersebut, kami mendapati bahwa barang tersebut didistribusikan oleh seseorang berinisial M,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Tangerang Aris Sudarminto kepada wartawan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019).

Saat petugas melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lanjutan, diketahui bahwa M berperan untuk memetakan lokasi penjualan rokok ilegal tersebut.

“Saat diamankan, M sedang membawa 160 ribu batang rokok dengan berbagai merek, menggunakan mobil jenis minibus. Merek rokok yang dibawa pelaku hampir menyerupai beberapa merek rokok terkenal,” jelas Aris.

Dia menegaskan, seluruh merek dagang rokok yang disediakan tersangka tidak terdaftar di aplikasi bea dan cukai. Adapun kertas pada kemasan rokok itu merupakan pita palsu. Menurut Aris, kasus peredaran rokok ilegal ini berpotensi merugikan negara lebih dari Rp69 juta.

“Asal rokok ilegal tersebut diduga kuat bersumber dari seorang pria berinisial S di daerah Jawa Tengah,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Zulbahri Bachtiar mengatakan, M telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana di bidang cukai. M disangkakan Pasal 54 dan atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Status berkas perkara dinyatakan lengkap. Tersangka dan barang bukti masih mengikuti proses hukum lebih lanjut,” pungkas Zulbahri. (odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya