oleh

Premi Asuransi Penerbangan Kuartal I 2019 Susut hingga 45 Persen

Tangerang7.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi industri asuransi umum pada kuartal I 2019 mencapai Rp 19,8 triliun. Jumlah ini naik sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Lini asuransi kendaraan bermotor mencatatkan premi Rp 4,74 triliun, menurun 1,1 persen dibandingkan capaian kuartal I 2018 senilai Rp 4,79 triliun. Lini asuransi properti masih kontributor terbesar kedua, di mana mencatatkan premi Rp 4,66 triliun. Jumlah tersebut meningkat 26,3 persen dibandingkan dengan kuartal I 2018 senilai Rp 3,69 triliun.

Sementara lini asuransi kredit mencatatkan premi Rp 3,19 triliun, meroket 118,2 persen dibandingkan dengan premi kuartal I 2018 senilai Rp 1,46 triliun. Lini asuransi liabitas dengan premi Rp 842,46 miliar mengalami penurunan 10,9 persen dibandingkan dengan kuartal I 2018 senilai Rp 945,58 miliar.

Kemudian, lini asuransi rekayasa mencatatkan premi Rp 543,2 miliar atau turun 17,3 persen dibandingkan dengan kuartal I 2018 senilai Rp 656,8 miliar. Adapun penurunan cukup besar terjadi pada lini asuransi penerbangan dengan premi Rp 97,7 miliar pada kuartal I 2019. Angka ini menurun hingga 45,2 persen dibandingkan dengan kuartal I 2018 yakni Rp 178,3 miliar.

AAUI memperkirakan ada potensi penurunan jumlah premi untuk produk asuransi perjalanan pada kuartal II 2019. Hal ini lantaran harga tiket pesawat yang meningkat sejak akhir 2018 sampai pertengahan Mei 2019.

Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe mengatakan, harga tiket pesawat yang tinggi berpengaruh pada psikologis seseorang untuk membeli polis asuransi perjalanan. Masalahnya, jumlah dana yang dikeluarkan untuk tiket pesawat menjadi bertambah bengkak jika menambah produk asuransi.

“Karena orang lihat bahwa ternyata (asuransi perjalanan) berpengaruh kepada biaya mereka. Asuransi perjalanan kan ada biaya sendiri,” ujar Dody seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (24/5/2019).

Keputusan Menteri Perhubungan

Diketahui, harga tiket pesawat tak kunjung turun sejak musim puncak (peak season) akhir tahun lalu. Harganya tak kunjung turun hingga pemerintah turun tangan menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat.

Kementerian Perhubungan secara resmi menurunkan TBA dari 12 persen sampai 16 persen melalui Keputusan Menhub Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Beleid itu menggantikan Keputusan Menhub Nomor 72 Tahun tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Kementerian Perhubungan menelurkan kebijakan ini pada 15 Mei 2019 dan maskapai wajib memangkas harga tiketnya dua hari sejak aturan diterbitkan. Walaupun kini beberapa maskapai telah menjual tiket pesawat lebih murah dibandingkan sebelumnya, tetapi kenaikan harga tiket awal tahun berdampak pada premi asuransi perjalanan. (cnn/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya