oleh

Potensi Politik Uang Tinggi pada Pemilu 2019

Tangerang7.com, Ciputat – Praktik politik uang atau money politic diprediksi rentan pada Pemilu Serentak 2019. Bila ada peserta pemilu atau simpatisan yang memberikan sejumlah uang, sebagian besar masyarakat akan menolak. Namun ada juga yang blak-blakan menerima uang tersebut.

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan KPU Kota Tangsel bersama lembaga riset Arus Survei lndonesia. Hasilnya adalah 35,00 persen masyarakat akan menerima jika diberi uang atau barang untuk memilih salah satu kandidat atau partai politik tertentu. Sementara 59,17 persen mengaku tidak akan menerima.

“Ini artinya, masih ada potensi politik uang di Kota Tangerang Selatan meskipun angkanya masih di bawah 50 persen. Potensi itu tentu perlu diantisipasi, mengingat data menyebutkan bahwa 18,33 persen responden mengatakan uang dapat memengaruhi pilihan politik,” jelas Direktur Arus Survei Indonesia Ali Rifan di kantor KPU Kota Tangsel, Rabu (9/1/2019).

Adapun survei di 4 kecamatan antara lain Pondok Aren, Pamulang, Ciputat Timur, dan Ciputat. Survei menggunakan motode pengambilan sampel acak atau random sampling itu berlangsung pada tanggal 16-20 Desember 2018 lalu. Responden sebanyak 120 orang.

Ali mengatakan, menghindari adanya politik uang perlu pendidikan politik. Survei juga menunjukkan sebanyak 95,00 persen responden menyebut sosialisasi atau pendidikan politik tentang pentingnya menggunakan hak pilih sangat penting.

“KPU 68,33 persen merupakan lembaga paling tepat memberikan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan hak pilih. Adapun membuat sarasehan 37,50 persen dan langsung ke rumah-rumah 36-67 persen merupakan sarana sosialisasi paling tepat untuk meningkatkan partisipasi warga,” pungkas Ali. (sam/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya