oleh

Portal di Jalan Sungai Turi Diperlebar Usai Dibongkar Massa

“Waktu itu disepakati portal yang sudah dibongkar akan didirikan lagi oleh camat. Warga setuju dengan syarat portal diperlebar dan ditambah tingginya”

Tangerang7.com, Pakuhaji – Portal dan barrier di jalan Sungai Turi, Laksana, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dibongkar paksa oleh ratusan warga. Padahal, portal itu sengaja dipasang untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut.

Dalam putusan inkrah Pengadilan Negeri Tangerang ditetapkan, jika lahan di bantaran Sungai Turi merupakan aset Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sebagaimana tertuang pada putusan Nomor 2506/Pidsus/2018. Guna menjaga pengelolaan lahan itu, dipasanglah portal dan barrier.

Portal dan barrier itu dibuat oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait laporan Pemerintah Kabupaten Tangerang karena akan melakukan pengawasan di bantaran sungai tersebut. Namun, upaya itu kini dicegat. Di mana, ratusan massa diduga berasal dari warga dan oknum wartawan membongkar paksa portal dan barrier itu, Sabtu (16/11/2019).

Dikonfirmasi melalui pesan instan WhatsApp, Selasa (19/11/2019), Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menyebut kasus pembongkaran paksa dan perusakan itu sudah diselesaikan secara musyawarah. Kini situasi di lokasi terpantau kondusif.

Musyawarah berlangsung di rumah Cakades Laksana Asgani. Hadir Camat Pakuhaji, Kapolsek Pakuhaji, Babinsa Laksana, serta sejumlah warga terduga pelaku pembongkaran portal dan barrier.

“Waktu itu disepakati portal yang sudah dibongkar akan didirikan lagi oleh camat. Warga setuju dengan syarat portal diperlebar dan ditambah tingginya,” kata Abdul.

Tidak Ada Pemberitahuan

Sebelumnya, aksi anarkis massa membongkar paksa dan merusak portal dan barrier di jalan Sungai Turi, tak bisa diredam oleh aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi. Massa secara beringas tetap membongkar portal itu.

Kapolsek Pakuhaji AKP Muhammad Isa Ansori membenarkan adanya pembongkaran portal dan barrier di jalan tersebut. Disebutkan, pelaku adalah oknum yang mengatasnamakan masyarakat dan salah satu kelompok wartawan di Banten.

“Ya, dibongkar oleh masyarakat yang didampingi oleh orang yang mengaku komunitas wartawan Banten,” kata Isa sebagaimana dilansir Okezone.com, Minggu (17/11/2019).

Isa mengatakan, kepolisian tidak pernah menerima informasi dari siapa pun atas aksi pembongkaran portal dan barrier di bantaran Sungai Turi.

“Yang jelas ini tidak ada pemberitahuan ke polsek, ke camat dan kepala desa. Tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu kita sampai ternyata sudah dibongkar,” ucap dia.

Polisi akan menggali informasi terkait otak pelaku di balik pembongkaran portal tersebut. “Sudah pasti akan ada penyelidikan. Yang melakukan pembongkaran sudah kami data dan akan dilakukan pendalaman,” tandas Isa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya