oleh

Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Pengeroyok Pemuda di Periuk

Tangerang7.com, Periuk – Dua pria ditangkap polisi lantaran terlibat perkelahian massal atau tawur di Jalan Mohammad Toha, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (13/7/2019) lalu. Kedua tersangka yakni Rizki Syahputra alias Bapet (19) dan Yoga Miftah alias Popo (19).

Polisi kini tengah memburu dua pelaku lainnya. Selain dua orang pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 bilah celurit dan 2 bilah parang. Bapet dan Popo terancam mendekam di balik jeruji besi hingga 5 tahun.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sebab, satu orang mengalami sejumlah luka bacok pada aksi tawur itu. Korban bernama Azhari sampai saat ini masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.

“Telah mengamankan 15 orang diduga melakukan pengeroyokan, dua orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Dua orang terduga pelaku lainnya dalam pengejaran,” kata Abdul dalam keterangan tertulis, Senin (22/7/2019).

Dia menjelaskan, aksi tawur tersebut terjadi persis di depan Warteg Bahari, RT 03/02 Kelurahan Periuk. Kejadian pada dini hari itu berawal dari saling tantang di jejaring sosial Instagram. “Dengan menggunakan media sosial Instragram dua kelompok anak muda melakukan tantang untuk saling serang,” ujar Abdul.

Lantaran emosi, kelompok yang mengatasnamakan “Gabungan Jakarta-Tangerang” sepakat untuk melakukan penyerangan di Kelurahan Periuk, tepat di sekitar kediaman Azhari. Lebih kurang 30 orang berangkat ke Periuk dengan konvoi menggunakan 15 unit sepeda motor.

“Sesampai TKP (tempat kejadian perkara) kelompok ini memancing-mancing warga sekitar dengan cara menggores-goreskan senjata tajam parang ke jalanan, sehingga mengeluarkan suara berisik,” jelas Abdul.

Mendengar hal tersebut, warga setempat keluar untuk melawan kelompok pengacau itu. Perkelahian massal pun terjadi. Namun, saat kelompok penyerang terdesak, seketika melintas ambulans. Karena dikira mobil polisi, warga memilih kabur.

Abdul mengatakan, mobil ambulans dengan nomor registrasi polisi B 1579 CFO itu ternyata sengaja dipersiapkan oleh kelompok Gabungan Jakarta-Tangerang. Tujuannya, untuk memecah massa apabila terdesak dan mengangkut jika ada korban di pihak penyerang.

“Warga sekitar yang diserang kabur, namun ada salah satu warga sekitar TKP yang tertinggal yaitu Azhari, di kedua tangannya masih memegang parang dan celurit. Saat itulah ia dikeroyok secara bertubi-tubi, dibacok menggunakan celurit oleh empat pelaku,” kata Abdul.

Akibatnya, Azhari tergeletak akibat luka bacok di sekujur tubuhnya. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Abdul menyebutkan, kasus tersebut ditangani Polsek Jatiuwung. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya