oleh

Polisi Tangkap Pemilik dan 5 Pegawai UD Surya Agung Perdana

Tangerang7.com, Serpong – Pemilik Usaha Dagang Surya Agung Perdana (UD SAP) Sri Sudarti harus mendekam di balik jeruji besi. Ia bersama lima pegawai UD SAP ditangkap polisi atas dugaan penipuan. Empat tersangka merupakan supervisor terdiri dari Genta Kurniawan, Renold Firnando, Eti Susanti, dan Marjoni, sementara satu lainnya yaitu Mohamad Sofyan sebagai marketing.

Sindikat ini terlibat penipuan dengan modus kupon undian berhadiah. Di mana, calon korban diiming-iming akan mendapatkan motor, mobil, uang tunai, bahkan logam mulia. Para pelaku memiliki peran berbeda.

Marketing bertugas menyebarkan brosur kupon secara acak dan memikat konsumen untuk mau mengikuti progam pesta berhadiah di kantor UD SAP, Blok E41 Ruko Golden Boulevard, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Jika ada yang mengikuti program tersebut, maka si marketing kebagian Rp700 ribu per konsumen dari UD SAP.

Adapun supervisor berperan membujuk konsumen saat berada di kantor UD SAP dan menjelaskan persyaratan yang harus diikuti jika konsumen mau menggosok hologram kupon. Setiap ada yang mengikuti persyaratan tersebut, supervisor mendapatkan mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu.

Selain enam orang pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti terdiri dari uang tunai Rp14 juta, 1 kotak undian, 7 bundel dokumen pemenang undian (data diri korban), 565 lembar kupon undian UD SAP, 385 lembar voucher UD SAP yang akan diserahkan marketing kepada calon korban, 38 eksemplar koran Warta Kota terbitan tanggal 10 Agustus 2018, 1 bundel surat jalan UD SAP, 1 bundel surat perjanjian UD SAP, 1 unit digital air purifier, 1 unit disinfector, 1 unit BMI fat analyzer, serta 1 lembar contoh isi kupon undian yang telah dilaminating.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, penyelenggaraan progam pesta hadiah ataupun undian itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 14/A/HUK/2006 tentang izin undian.

“Keterangan dari pegawai Kemensos bahwa UD SAP pernah mendapatkan teguran karena usaha serupa yang diindikasikan tidak sesuai peraturan yang berlaku,” kata Alex dalam konferensi pers di Mapolres Tangsel, Jalan Letnan Sutopo, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kamis (28/3/2019).

Ungkap kasus ini berawal dari laporan Ervina (28), warga Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Pertama-tama, Sofyan sebagai marketing UD SAP memberikan 1 buah brosur kepada Ervina usai berbelanja di salah satu toko serba ada. Setelah dibuka terdapat tulisan “voucher makan” dan gambar undian.

Sofyan kemudian meminta Ervina datang ke kantor UD SAP di Ruko Golden Boulevard. Saat tiba di blok E41, Ervina diarahkan bertemu dengan supervisor bernama Genta, untuk diberikan voucher makan dan mengambil undian.

“Setelah korban mengambil kupon undian dan membuka kupon tersebut ternyata berisi hologram. Lalu korban diarahkan jika ingin menggosok hologram tersebut harus mengikuti persyaratan dan ketentuan antara lain harus membayarkan uang sebesar Rp 13.999.000 dan menandatangani surat pernyataan,” jelas Alex.

Guna meyakinkan Ervina, Genta menjamin akan diberikan uang pengganti sebesar Rp20 juta apabila kupon tersebut kososng. Sehingga Ervina tertarik, lalu membayar dan menandatangani surat pernyataan. Setelah hologram tersebut dibuka, ternyata hanya mendapatkan alat untuk membersihkan udara di ruangan (air purifier).

Ervina pun merasa dirugikan karena harga air purfire itu tidak sebanding dengan uang yang dibayarkan. Atas kejadian tersebut ia melaporkan ke polisi, Senin (25/3/2019). Hingga akhirnya polisi menciduk enam orang terduga pelaku.

Alex mengatakan, dalam praktiknya pelaku mengiming-iming orang yang mengambil kupon di dalam kotak undian dengan mendapatkan motor, mobil, uang tunai, bahkan logam mulia. Namun jika mengambil kupon itu harus terlebih dahulu menyetorkan uang sebesar Rp14 juta dan menandatangani pernyataan sebelum menggosok kupon undian berhologram.

“Korban diiming-iming kemungkinan mendapatkan motor, mobil, uang tunai dan logam mulia. Tetapi setelah kotak undian dibuka dan semua kupon berhologram digosok oleh penyidik yang disaksikan pegawai Dinsos Kota TangSel, ternyata semua di balik hologram setelah kupon digosok hanya berisikan tulisan air purifier. Hadiah berupa mobil dan logam mulia belum tersedia,” tandas Alex.

Enam pelaku dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Tangsel. Para pelaku dijerat pasal 8 dan atau pasal 9 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (sof/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya