oleh

Polisi Tangkap Manajer Pijat Tradisional di Pasar Kemis

Tangerang7.com, Pasar Kemis – Jajaran Ditreskrimsus Polda Banten meringkus seorang manajer tempat pijat tradisional di Kabupaten Tangerang. Ia diduga menjual layanan pijat plus-plus lewat aplikasi WhatsApp.

RY diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai Rp 2.066.000, ponsel, celana dalam, kondom, absen terapis, dan buku tamu. RY ditangkap pada Jumat (28/6/2019) di Ruko Cluster Sakura, Kecamatan Pasar Kemis.

Di ruko tersebut pula RY melakukan bisnis terlarang. Di sana pekerja seks komersial (PSK) melayani tamu yang sudah melakukan order via WhatsApp. Total terdapat enam orang PSK di tempat pijat bernama Violet itu.

“Berawal dari informasi masyarakat, kami telusuri dan masuk group WhatsApp di mana mereka menjual layanan pijat,” kata Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli seperti dikutip Tangerang7.com dari Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Dalam beraksi, RY menawarkan pijat ke pelanggan di dalam grup pesan instan tersebut dan update status dengan berbagai paket penjualan. Tiap paket diberi sandi tertentu yang bisa dipilih oleh pelanggan.

“Ada kombo satu yang paling murah Rp 320 ribu, hingga yang paling mahal Rp 600 ribu itu kombo lima,” kata Dadang.

Tiap paket kombo mendapatkan jenis layanan berbeda-beda. Untuk yang paling mahal, pelanggan akan dipijat oleh dua orang perempuan ditambah layanan spesial threesome selama satu jam.

Dadang mengatakan, tidak ada delik hukum bagi enam orang PSK yang bekerja di tempat pijat Violet itu. Sehingga tersangka hanya satu orang yakni RY.

“Operator group WhatsApp yang kita kenakan UU ITE, perempuan hanya menjadi saksi, mereka tidak menggunakan ponsel hanya diperalat saja, berbeda dengan FA di Jawa Timur yang melayani pesanan langsung,” tandas Dadang. (kmp/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya