oleh

Polisi Tangkap 2 Oknum Petugas Kargo Pesawat

Curi 4 Ponsel di Bagasi Penumpang

Tangerang7.com, Tangerang – Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus dua oknum petugas kargo pesawat, yakni DI (30) dan S (33). DI dan S diduga terlibat kasus pencurian bagasi pesawat atau biasa disebut dodos tas.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan, DI dan S bekerja di area kargo Bandara Internasional Kualanamu, Medan. DI mengambil satu koli barang berisi 4 buah ponsel pintar alias smart phone. Ia dibantu oleh S untuk membawa barang tersebut keluar area bandara, lalu dijual.

Selain dua oknum petugas kargo pesawat, polisi membekuk BA (26) dan MR (22). BA dan MR berperan sebagai penadah barang hasil curian dari DI dan S. Kini, polisi tengah memburu terduga penadah lainnya yakni R.

Arie menjelaskan, kasus itu terjadi pada 19 Juli 2019 lalu. Di mana, jasa ekspedisi J&T melakukan pengiriman sebanyak 16 koli berisi ponsel-ponsel dari Jakarta ke Medan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Pesawat pembawa ponsel tersebut terbang menuju Medan pukul 13.00 WIB.

Tetapi, setelah tiba di gudang kargo Bandara Internasional Kualanamu, pihak J&T Medan saat mengurus pengambilan kargo mendapati barang kiriman hanya berjumlah 15 koli.

“Dari Bandara Soekarno-Hatta, pihak J&T memberangkatkan 16 koli berisi smart phone dengan merek Oppo dan Realme. Namun, ketika sampai di kargo Kualanamu tinggal 15 koli,” ujar Arie, Selasa (5/11/2019).

Manajemen J&T lantas melaporkan kehilangan barang kiriman itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Atas laporan tersebut, jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta bergerak untuk mengetahui kronologi kejadian.

“Saat dilakukan penyelidikan, diketahui paket tersebut hilang saat turun dari pesawat menuju kargo Bandara Kualanamu. Akhirnya, kita lakukan pemeriksaan terhadap petugas yang saat itu tengah bertugas,” tutur Arie.

Usai menangkap DI dan S, polisi melakukan pengembangan kasus. Berdasarkan hasil interogasi, polisi memburu BA dan MR.

“BA membeli 1 buah smart phone hasil curian dengan setengah harga, sementara MR diperintahkan R (DPO) untuk menjual 3 buah smart phone lainnya,” pungkas Arie. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya