oleh

Polisi Neglasari Jemput Tersangka Pembunuhan di Rumah Sakit

Tangerang7.com, Neglasari – Anggota Unit Reskrim Polsek Neglasari menjemput Ardiansyah alias Ardi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ardi merupakan tersangka pembunuh AA alias Aca, di Neglasari, Kota Tangerang.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengatakan, Ardi dijemput pada Jumat (17/1/2020) pagi. Tim penjemput dipimpin Aiptu Robby Cahyadi.

“Tersangka pembunuhan terhadap korban Aca atas nama AR (Ardiansyah) sudah dijemput di RS Kramat Jati, kemarin sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/1/2020).

Dia menjelaskan, AR tak lain adalah ayah kandung dari Aca. Tersangka tega menghabisi nyawa bocah 5 tahun itu pada 16 Desember 2019 lalu di rumah kontrakan, Jalan AMD Manunggal X, RT 02/02, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari.

Setelah Aca tewas, AR justru mencoba untuk bunuh diri. Dia pun kritis. Setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, AR berangsur pulih.

“Tersangka sudah dinyatakan sehat kembali oleh pihak RS Kramat Jati. Kemudian, tersangka dibawa ke Mapolsek Neglasari guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Abdul.

Usai menjalani rangkaian pemeriksaan atas kasus pembunuhan terhadap anak di bawah umur, tersangka lantas digiring ke sel tahanan. AR dijerat dengan Pasal 338 KUHP.

Kronologi Kejadian

Diberitakan Tangerang7.com pada 16 Desember 2019, AA (5) meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan senjata tajam. Ironinya, pelaku tak lain adalah ayah kandung AA, yakni AR alias Ardi.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, kasus pembunuhan tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan AMD Manunggal X. AA diketahui tak bernyawa pada Senin (16/12/2019) pukul 06.30 WIB.

BACA JUGA:  Pak RT Ditemukan Tewas di Tepi Danau Situbulakan

Sebelum kejadian mengenaskan itu, kata Abdul, korban sering berada di rumah kakeknya di Selapajang Jaya, Neglasari. Namun, pada Minggu (15/12/2019) pukul 22.00 WIB ia dijemput oleh pelaku untuk diajak ke kontrakan.

Usut punya usut, AR diduga stres lantaran akan bercerai dengan istrinya berinisial N. Keduanya pun sudah tidak serumah.

“Pelaku dengan istrinya sudah pisah, tinggal menunggu sidang, dan sudah tidak satu kontrakan,” ujar Abdul dalam keterangan tertulis.

AA pertama kali diketahui dalam keadaan meninggal dunia oleh ibu mertua AR. Pagi itu sang mertua menggedor pintu kontrakan AR berulang kali namun tidak terdengar sahutan.

“Kemudian kontrakan pelaku dibuka paksa pintunya dengan cara didorong. Di dalam kontrakan terlihat korban di atas kasur tempat tidur dengan posisi menelungkup dan sudah meninggal dunia,” jelas Abdul.

Setelah dicek, terdapat sejumlah luka tusukan di tubuh korban. Terdiri dari tiga tusukan di bagian leher dan satu tusukan di bagian perut.

Dalam kontrakan itu pula tampak AR tergeletal di atas kasur. Ketika dicek, ia sudah kritis dan terdapat luka tusuk di perut dan luka robek di leher.

“Diduga setelah melakukan pembunuhan kepada korban, pelaku kemudian berusaha untuk membunuh dirinya dengan cara menggorok lehernya sendiri dan menusuk perutnya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau,” kata Abdul. (t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya