oleh

Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 8 Kg, 2 Pelaku Dibekuk

Tangerang7.com, Tangerang – Jajaran Unit 1 Subnit 2 Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja kering dengan total berat 8 kilogram. Barang terlarang asal Lampung ini diduga akan diedarkan di Tangerang.

Ganja kering siap edar tersebut didapatkan dari dua pria berinisial RD dan AR. Pada Senin (23/6/2019) lalu, polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai rencana seseorang untuk melakukan transaksi ganja di daerah Serpong, Kota Tangerang Selatan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Alhasil, RD dibekuk saat tengah menunggu pemesan narkotika di Serpong, Minggu (30/7/2019). Polisi pun melakukan pengembangan ke kediaman RD di Kabupaten Bogor. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa 3 paket besar ganja dengan berat bruto 2,8 kilogram.

“Pelaku menyimpan ganja seberat 2,8 kilogram di kontrakannya di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor. Dari pengembangan, ditangkap pula tersangka lainnya inisial AR di kawasan yang sama, Ciseeng, Kabupaten Tangerang,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (8/7/2019).

Dari pengembangan ke pelaku AR, polisi berhasil menyita barang bukti ganja kering dengan berat bruto 5,2 kilogram. Barang haram itu disimpan dalam lima paket besar dan 11 paket kecil siap edar.

“Sehingga total barang bukti dari dua pelaku ini diamankan seberat delapan kilogram. Barang (ganja) ini dari Lampung,” jelas Karim.

Menurut Karim, kedua pelaku hanya berperan sebagai penjual dan penerima barang ganja kering. Semua barang tersebut dikendalikan oleh seseorang berinisial AM dari Lampung dan kini masih buron. Ganja itu didistribusikan menggunakan jalur darat dengan menyewa truk.

“AM masih kita kejar. Pengangkutannya menggunakan transportasi darat, diambil dari Lampung kemudian lewat darat sampai Jakarta baru dibagi-bagi. Pelaku akan menjual ganja senilai Rp2 juta per kilogram,” beber Karim.

Pelaku dan barang bukti saat ini diamakan di sel tahanan Polres Metro Tangerang Kota. RD dan AR dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman minimal enam tahun penjara atau maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Karim. (odo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya