oleh

Polisi Ciduk 19 Perempuan di Apartemen Serpong Greenview

Tangerang7.com, Serpong – Polisi melaksanakan razia di Apartemen Serpong Greenview, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (28/5/2019). Belasan perempuan diduga pekerja seks komersial serta beberapa alat kontrasepsi diamankan.

Dikonfirmasi Tangerang7.com, Kepala Kepolisian Sektor Serpong Komisaris Polisi Stephanus Luckyto Andri Wicaksono mengatakan, razia itu dalam rangka cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Jaya 2019. Selain itu, polisi menindaklanjuti laporan dari masyarakat termasuk manajemen Apartemen Serpong Greenview ihwal dugaan penyalahgunaan kamar apartemen tersebut.

“Bukan penggerebekan, tetapi razia. Pertama, kami melaksanakan kegiatan ini dalam rangka operasi cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Jaya 2019. Yang kedua, kami juga mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat, termasuk dari manajemen SGV, bahwa ada beberapa kamarnya itu digunakan oleh oknum penghuni dijadikan praktik prostitusi melalui BO (booking order),” jelas Stephanus.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, kata dia, penghuni apartemen di Kelurahan Lengkong Gudang Timur itu menjajakan diri melalui sejumlah aplikasi media sosial seperti MiChat. Sehingga, polisi menduga para perempuan itu terlibat praktik prostitusi online, yaitu pelacuran berbasis sistem daring. Di mana, pekerja seks komersial dan pria hidung belang kenalan dan sepakat lewat jejaring sosial.

“Menggunakan berbagai macam aplikasi seperti MiChat. Jadi indikasi (prostitusi online)-nya dari situ. Kami juga sudah kerja sama dengan manajemen SGV, dia tidak pengin apartemennya digunakan sebagai ajang prostitusi,” tandas Stephanus.

Mantan Kepala Kepolisian Sektor Kelapa Dua ini mengatakan, 19 perempuan yang diamankan masih berstatus terperiksa. Polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut, guna memastikan apakah para terperiksa itu benar terlibat prostitusi online atau tidak. Polisi sejauh ini mengamankan beberapa alat kontrasepsi dari dalam kamar apartemen dan sejumlah ponsel.

Stephanus menyebutkan, saat razia polisi tidak menemukan induk semang perempuan lacur alias muncikari. Begitu pun pria hidung belang, tidak ada di sana. “Sementara tidak ada muncikarinya, tetapi kami mengamankan beberapa alat kontrasepsi dan hand phone. Sedangkan 19 perempuan yang diamankan masih sebagai terperiksa,” pungkasnya. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya