oleh

Polisi Bentuk Satuan Tugas Rumah Kosong

Tangerang7.com, Tangerang – Selama Lebaran, kepolisian akan melakukan patroli ke rumah kosong yang ditinggal mudik. Dari tahun ke tahun, baik kapolres maupun kapolsek memiliki strategi beragam. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas rumah kosong.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim mengatakan, pengamanan rumah kosong yang ditinggal pemudik menjadi bagian dari prioritas pengamanan selama Operasi Ketupat 2019. Nantinya, polisi akan  melakukan patroli rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya.

“Rumah kosong akan didata dan dilakukan patroli rutin karena menjadi wilayah rawan. Ini menjadi salah satu prioritas kami,” kata Abdul.

Meski begitu, kata Abdul, polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan para camat, lurah, dan ketua RT/RW untuk memetakan wilayah rawan tersebut.

”Masyarakat yang ingin meninggalkan rumahnya bisa menyampaikan kepada tetangga, ketua RT/RW, lurah. Nantinya akan dikoordinasikan dengan petugas binamas dan babinsa di wilayah masing-masing untuk dilakukan patroli rutin,” kata Abdul.

Selain patroli rumah kosong, Polres Metro Tangerang Kota juga membuka posko pengamanan dan pelayanan Lebaran. Posko tersebut juga berfungsi mengamankan titik-titik rawan macet di jalur mudik.

Abdul mengatakan, ada 11 posko yang disiapkan. Yakni di setiap Polsek. Untuk posko pelayanan, kata dia, ada tiga yaitu dua di rest area dan satu di terminal.

Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa Lebaran. “Bukan hanya berkaitan dengan transportasi, melainkan juga tindak kejahatan konvensional,” katanya saat memimpin gelar pasukan dalam rangka mengecek kesiapan Operasi Ketupat 2019 untuk pengamanan Idulfitri 1440 Hijriah.

Apel dilaksanakan di Lapangan Simpang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019). Tito memimpin apel yang diikuti ribuan personel itu bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tito mengatakan, fokus utama Operasi Ketupat tahun ini adalah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejumlah ancaman, seperti terorisme, intoleransi, dan kekerasan diantisipasi.

Demikian juga tindak kejahatan konvensional, seperti pembegalan, pencurian, dan premanisme, akan diantisipasi. Untuk pencegahan kejahatan konvensional, Tito menegaskan telah meningkatkan keamanan di beberapa daerah yang dianggap rawan, seperti Lampung dan Sumatera Selatan. (odo/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya