oleh

Petugas BPOM Ditolak Periksa Makanan di Summarecon Digital Center

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) gagal menguji keamanan pangan di kawasan Summarecon Digital Center (SDC). Petugas tak diperbolehkan mengecek makanan di kawasan bisnis yang terletak di Jalan Scientia Boulevard, Kelurahan Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang itu.

Kepala Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, penolakan terjadi kala BPOM menyelenggarakan senam bersama dan jalan sehat dalam rangka HUT BPOM ke-18, Minggu (10/2/2019) lalu. Saat itu, BPOM sekaligus ingin memeriksa keamanan makanan yang dijual di tenant-tenant dalam kawasan SDC.

Dia menyebutkan, memang ada kerja sama antara BPOM dengan Summarecon Serpong dalam rangka menyukseskan rangkaian kegiatan HUT BPOM, namun disertai beberapa persyaratan.

“Kerja sama di SDC dalam rangka HUT BPOM tapi dengan syarat-syarat, dengan ketentuan melakukan uji pangan tidak dari tenant SDC,” ungkap Wydia kepada Tangerang7.com, Selasa (12/3/2019).

Dia menegaskan, tidak ada kerja sama tertulis antara BPOM dengan Summarecon Serpong. Pemilik sarana berdalih harus memiliki nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terlebih dahulu. Sehingga, BPOM saat itu tidak diperkenankan menggunakan sarana penunjang kegiatan seperti panggung dan sound system.

“Kerja sama tertulis tidak ada. Katanya, harus punya MoU untuk bisa gunakan panggung, sound system dan lain-lain,” ucap Wydia.

Adapun pemilik sarana hanya mengizinkan pihak BPOM untuk memarkir mobil laboratorium keliling di area SDC dan melaksanakan kegiatan jalan santai. Sementara tujuan utama BPOM, kata Wydia, yaitu menyosialisasikan seputar keamanan obat dan makanan kepada masyarakat.

“Tujuan kami adalah sosialisasi, penyebaran informasi kepada masyarakat. Walaupun tidak bisa maksimal, kami cukup berterima kasih sudah diberi sedikit tempat,” tandas Wydia.

Dianggap Informasi Keliru

Sementara itu, Humas Summarecon Serpong Christina Manihuruk membantah manajemen Summarecon Serpong menolak petugas BPOM untuk melakukan uji pangan di SDC. Dia bahkan menganggap informasi tersebut keliru.

“Tolong dibantu sumber informasinya, karena infonya sangat keliru. Sudah di-crosscheck ke manajemen, namun tidak benar adanya pelarangan uji pangan di SDC. Sebelumnya pihak POM malah telah bekerja sama dengan kami dalam menyelenggarakan event HUT dan penyuluhan ketika car free day di SDC berlangsung, bulan lalu,” kata Tina melalui pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, berdasarkan pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017, BPOM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Obat dan makanan tersebut terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Pemeriksaan ke tempat-tempat peredaran obat dan makanan serta pengambilan sampel, juga diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2018. Dalam pasal 4 peraturan itu menyebutkan Unit Pelaksana Teknis BPOM berfungsi untuk melakukan pemeriksaan obat dan makanan serta pengambilan contoh (sampling) obat dan makanan. (srh/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya