oleh

Pertunangan Pupus Gegara Mantan Pacar, Perempuan Tewas dan Pria Masuk Bui

Tangerang7.com, Legok – Penemuan mayat perempuan di tepi jalan Kampung Babat, RT 01/01, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (21/06/2019) lalu menemui titik terang. Korban berinisial FSL tewas akibat dicekik.

Berdasarkan hasil identifikasi polisi, FSL merupakan warga Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Perempuan kelahiran tanggal 24 Februari 2002 itu seorang wiraswasta.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku. Ia adalah Jaka Ria, laki-laki 18 tahun asal Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, pelaku dan korban sudah bertunangan. Adapun motif Jaka tega menghabisi nyawa FSL yakni merasa sakit hati dan sering cekcok terkait keberadaan mantan pacar FSL. Di mana, FSL kerap membandingkan si mantan dengan Jaka.

“Tersangka yang merupakan tunangan korban merasa sakit hati dan sering cekcok dengan korban terkait keberadaan mantan pacar korban. Korban yang membanding-bandingkan tersangka dengan mantan pacarnya. Tapi akan kita telusuri lagi,” kata Alex, Senin (24/6/2019).

Pertunangan keduanya pun pupus. Jenazah FSL telah diletakkan dalam liang lahad. Sementara Jaka kini mendekam di bui dan terancam hukuman seumur hidup.

Alex menyebutkan, tersangka dijerat pasal 84 ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP. Jaka disangkakan menghilangkan nyawa anak di bawah umur dan atau secara berencana melakukan pembunuhan dan atau secara paksa menghilangkan nyawa orang lain dan atau menganiaya sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 3 utas rafia warna hijau dengan panjang lebih kurang 50 cm, sepasang sandal jepit warna hitam, 1 unit mobil merek Honda CRV berwarna hitam, dan selendang warna cokelat muda.

Alex menjelaskan, hasil autopsi menyatakan korban meninggal akibat terhalanginya saluran pernapasan karena proses penyumbatan paksa dari luar atau cekikan. Terdapat luka terbuka di kepala korban lantaran terbentur benda tumpul. “Tidak terdapat tanda pelecehan secara seksual,” tegasnya.

Sebelumnya, mayat perempuan ditemukan dalam kondisi leher, tangan, dan kaki terikat tali rafia. Selain bekas cekikan, terdapat sejumlah luka memar dan lecet pada tubuh korban. Ia ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam posisi telungkup di pinggir jalan. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Lainnya