oleh

Pertanyakan Jembatan ke Pulau Reklamasi, Nelayan Dadap Ditangkap Polisi

Tangerang7.com, Kosambi – Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap Waisul Kurnia ditangkap dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Ia dilaporkan kuasa hukum PT KNI karena pernyataannya di salah satu media massa terkait pembangunan jembatan menuju pulau reklamasi yang melintasi Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Surat penangkapan Waisul beredar di media sosial. Surat berlogo tribrata itu diunggah akun Twitter @elisa_jkt pada Kamis (07/03/2019). Dalam surat tersebut, Waisul ditangkap untuk menjalani pemeriksaan karena diduga keras melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan ujaran kebencian melalui media elektronik terhadap PT KNI pada Juli 2018.

“Awalnya Waisul ini mempertanyakan apakah ada sosialisasi yang sudah dilakukan sehubungan dengan pembangunan jembatan yang melintasi wilayah Dadap. Namun kemudian itu justru dijadikan bahan untuk melaporkan pencemaran nama baik terhadap PT KNI,” ujar Marten Siwabessy, kuasa hukum Waisul seperti dilansir Kompas.id, Jumat (08/03/2019).

Menurut kuasa hukum Waisul lainnya, Zulham Kurniawan, kliennya dilaporkan karena pernyataannya di media daring saat menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan Kampung Dadap terkait pembangunan jembatan penghubung pulau reklamasi di kawasan Kampung Nelayan Baru Dadap ke Pulau C, Jakarta Utara.

Masyarakat Kampung Nelayan Baru Dadap keberatan dengan jembatan penghubung Dadap-Pulau C sepanjang 5 kilometer, yang 900 meter di antaranya dibangun di wilayah Kabupaten Tangerang. Masyarakat resah karena pembangunan jembatan di depan muara Dadap itu mengganggu hilir mudik perahu dan kapal nelayan.

Pada 18 Juli 2018, Waisul diwawancarai sejumlah jurnalis terkait pembangunan jembatan reklamasi di Dadap. Salah satu media online nasional mengunggah video hasil reportasenya ke Youtube dengan judul “Nelayan Dadap Protes Pembangunan Jembatan”. Di dalamnya memuat pernyataan Waisul yang mempertanyakan kejelasan proyek tersebut.

Video itu kemudian dijadikan barang bukti untuk melaporkan Waisul ke polisi. Waisul dituduh mencemarkan nama baik dan mengandung ujaran kebencian karena pernyataannya saat menyebut tak ada sosialisasi pembangunan kepada masyarakat nelayan.

Dipulangkan, Wajib Lapor

Pada Kamis (07/03/2019) pukul 23.47 WIB, Waisul sudah dibolehkan pulang. Sementara proses hukum berlanjut, Waisul diwajibkan melapor tiap Senin dan Kamis. Gawai dan tanda pengenalnya pun ikut ditahan.

Sebelumnya, Waisul dijemput polisi di kediamannya pada Kamis (07/03/2019) pukul 18.30 WIB. Waisul mendapat panggilan pertama dari kepolisian pada 2 Oktober 2018, lalu ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2018. Ia tidak sendiri. Salah satu warga Kampung Nelayan Baru Dadap lainnya, Lisnawati, juga turut dilaporkan karena penyataannya di media televisi swasta. Tetapi Lisna belum diperiksa.

Pemkab Tangerang Izinkan Jembatan Dibangun

Pemkab Tangerang merestui pembangunan jembatan penghubung Dadap – pulau reklamasi. Pembangunan jembatan itu sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak awal Februari 2019. Pemkab Tangerang mengeluarkan IMB setelah perusahaan dinilai memenuhi persyaratan dan ketentuan.

Dilansir Tempo.co, Selasa (26/02/2019), Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, Pemkab Tangerang mengeluarkan IMB pembangunan jembatan itu setelah pihak perusahaan mengajukan izin dan memenuhi syarat serta berbagai aspek yang sesuai dengan aturan.

“Pada prinsipnya kami selaku pemerintah daerah mengakomodir semua perizinan pembangunan yang diajukan di sini dengan syarat memenuhi ketentuan,” kata pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya