Suasana sosialisasi dan konsolidasi yang digelar Perssoci dan KORMI Banten, Jumat (19/11/2021).

Tangerang7.com , Serang – KORMI Banten terus menerus melakukan sosialisasi beragam jenis olahraga yang berhimpun di KORMI Banten. Bertempat di sekretariat KORMI Banten, Jumat (19/11/2021), giliran Perkumpulan Street Soccer Indonesia (Perssoci) Banten bersama KORMI Banten melakukan sosialisasi sekaligus konsolidasi.

Acara ini dihadiri tak kurang dari 30 peserta yang sebagian besar datang dari klub sepakbola Bantara FC yang bermarkas di Curug, Kota Serang.

Direktur Kompetisi dan Kepelatihan Perssoci Banten Amirul Mukminin memaparkan, kegiatan ini dalam upaya lebih mengenalkan olahraga street soccer di Provinsi Banten.

Diakui Amir, Street Soccer belum begitu dikenal oleh masyarakat Banten, karena tergolong masih baru.

“Acara ini kami harapkan bisa lebih mengenalkan street soccer kepada masyarakat. Ini tantangan berat bagi kami, tapi kami akan terus berusaha dengan berbagai cara. Saat ini cara yang kami lakukan lewat sosialisasi terbatas. Bukan saja karena infrastruktur yang belum ada, tapi juga karena wabah pandemi Covid-19 masih kami pertimbangkan secara matang,” kata Amir.

Tahun 2020 lalu, lanjut Amir, Persocci Banten sudah punya rencana menggelar kejuaraan tingkat provinsi antar-pelajar. Tapi, wabah Covid-19 membuyarkan rencana tersebut. Padahal, lanjut Amir, dengan kejuaraan tersebut diyakini sosialisasi dan pengenalan street soccer bisa lebih cepat sampai ke masyarakat.

Bentuk lapangan street soccer

Sementara Ketua Umum Persocci Pusat Jaelani Saputra yang menjadi narasumber utama memaparkan secara rinci apa itu olahraga street soccer, bentuk lapangan, peraturan-peraturan, hingga orang-orang dibalik lahirnya street soccer di belahan dunia.

“Street Soccer ini olahraga yang memerlukan kecerdasan, kekuatan, kelincahan, hingga kekompakan, dari seorang atlet maupun sebuah tim. Di beberapa negara seperti Spanyol, street soccer sudah sangat memasyarakat,” ujar Jaelani.

Dalam sesi tanya jawab, Jaelani secara detail menjelaskan beberapa peraturan olahraga si kulit bundar yang lapangannya dikelilingi dinding ini. Misalnya meski lapangan memiliki dinding, pemain tidak diperbolehkan berpegang pada dinding saat melindungi bola dari lawan.

Ketua KORMI Banten, Hj Nuraeni.

Dihubungi terpisah, Ketua KORMI Banten Hj Nuraeni menyambut baik sosialisasi yang digelar Perssoci Banten bersama KORMI ini. Kata Nuraeni, langkah ini menjadi bagian upaya menuju sukses Banten di Fornas VI di Sumatera Selatan, tahun 2022 mendatang.

“Kami sudah harus melakukan langkah-langkah persiapan menju Fornas VI tahun depan. Selain street Soccer, cabor-cabor lainnya juga sudah bergerak. Misalnya barongsai (PLBSI-red), Portina (olahraga tradisional), IOSKI (senam kreasi), BMX, dan cabang-cabang lainnya juga sudah menatap Fornas 2022,” ucap Nuraeni. (**/adv)