oleh

Pernah Ditolak di Banten, Kini Promosi Jadi Kabareskrim

Tangerang7.com – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menunjuk Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Bareskrim Polri. Hal itu tertera dalam surat telegram bernomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019.

Surat telegram itu ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Eko Indra Heri. Telegram itu dibenarkan oleh Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono. Argo mengatakan, mutasi tersebut dalam rangka penyegaran organisasi.

“Sebagai penyegaran dalam organisasi,” ujar Argo sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Sabtu (7/12/2019).

Sekadar diketahui, jabatan Kabareskrim Polri telah kosong sejak ditinggalkan Idham. Idham dilantik sebagai Kapolri menggantikan Muhammad Tito Karnavian pada 1 November 2019. Sementara Tito bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Dalam Negeri.

Hingga lebih dari sebulan sejak dilantik sebagai Kapolri, Idham tak kunjung menunjuk penggantinya di Bareskrim Polri. Nama Listyo sebelumnya memang telah santer dibicarakan sebagai kandidat Kabareskrim Polri. Selain Listyo, santer pula nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Dirangkum Tangerang7.com dari berbagai sumber, Listyo merupakan lulusan pascasarjana di Universitas Indonesia. Ia menulis tesis tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo, Jakarta Utara.

Saat ini Listyo menjabat Kadiv Propam Polri. Bila nanti dilantik sebagai Kabareskrim Polri, di pundak pria kelahiran 5 Mei 1969 ini akan disematkan tanda pangkat berupa tiga bintang atau naik satu tingkat menjadi Komjen Pol.

Sebelum berlenggang ke Divisi Propam Polri, Listyo memegang tongkat komando Polda Banten. Namun, perjalanan karier lulusan Akpol 1991 ini sempat mendapat penolakan dari ulama di Provinsi Banten. Alasannya, karena Listyo beragama Kristen.

Kala itu, Majelis Ulama Indonesia se-Banten terang-terangan menyatakan penolakan terhadap Listyo sebagai Kapolda Banten. Bahkan, sejumlah ulama dari Banten mendatangi Mabes Polri dan meminta agar Kapolda Banten tidak dijabat oleh non muslim, mengingat mayoritas warga Banten adalah muslim.

Tetapi, Polri dan Listyo tak mundur. Listyo justru mendatangi para ulama untuk menyampaikan tugasnya sebagai Kapolda Banten. Saat itu ia masih berpangkat Kombes Pol. Ia merangkul dan meminta dukungan kalangan ulama dalam rangka menciptakan kondusifitas.

Listyo relatif sukses menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan kepolisian di Banten selama lebih kurang dua tahun, yakni 2016-2018. Ia sempat mengamankan Pilgub Banten 2017 dan Pilkada Serentak 2018.

Pada 27 Oktober 2014 atau sebelum jadi Kapolda Banten, Listyo ditunjuk sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo. Sebelum itu, ia pernah menduduki jabatan Kapolres di sejumlah wilayah. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Kemudian pada 2010, Listyo menjabat Kapolres Sukoharjo.

Karier Listyo terbilang moncer. Ia pernah menjadi Wakapolrestabes Semarang. Pada 2011, ia menjabat Kapolresta Surakarta.

Lantas, Listyo dirotasi ke Jakarta untuk menjabat Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri pada 2012. Kemudian, ia bertugas di Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara pada Mei 2013. (***)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya