oleh

Perayaan HUT ke-331 Vihara Nimmala Digelar Selama Tiga Hari

Tangerang7.com, Karawaci – Perayaan sejit atau hari ulang tahun (HUT) ke-331 Vihara Nimmala atau Kelenteng Boen San Bio digelar di Jalan KS Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (22/2/2020). Perayaan akan digelar selama tiga hari.

Ratusan masyarakat Tionghoa begitu antusias dan ceria mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Ratna mengatakan, kegiatan ini akan digelar selama tiga hari. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini. Dalam pembukaan hadir Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, perwakilan DPRD Kota Tangerang, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, perwakilan Kelurahan Koang Jaya, FKUB Provinsi Banten, MUI Provinsi Banten, serta perwakilan dari tokoh lintas agama.

Ratna mengatakan, hari ulang tahun sejit ini juga merupakan perayaan ulang tahun Hok Tek Tjeng Sin atau Dewa Bumi.

Berbagai kegiatan dimulai sejak Sabtu ini hingga Senin (24/2/2020).
“Hari ini kegiatan dibuka dengan pentas seni dan budaya serta pemilihan finalis cide kode atau abang none Tionghoa. Puncak rangkaian kegiatan ini, nanti pada hari Senin,” katanya.

Cide kode adalah nama panggilan dalam budaya Tionghoa. Cide adalaah cici atau kakak perempuan dan kode adalah kakak laki-laki. “Dalam pemilihan finalis cide kali ini akan dipilih satu pemenang yang akan menjadi perwakilan Duta Budaya Vihara Nimmala,” ujarnya.

Dalam perayaan Sejit ini, banyak stan-stan yang turut meramaikan kemeriahan. Ada 21 stan UMKM berdiri dan ada juga yang berasal dari sponsor. Stan-stan menyajikan asesoris seperti parfum, sembako seperti minyak goreng, dan makanan siap saji seperti bakso.

Ratna menjelaskan, pada hari kedua menghadirkan pertunjukan dari perkumpulan liong dan barongsai Kota Tangerang. “Dan di hari terakhir nanti, menjelang penutupan akan menghadirkan persembahyangan 108 misoa yang sangat sakral,” ujar Ratna.

Misoa menjadi yang paling penting. Karena 108 perempuan yang membawa mangkok persembahan buat leluhur tidak boleh dalam keadaan kotor atau dalam keadaan datang bulan.

Di hari terakhir nanti juga akan ada kesenian musik gambang kromong. “Semoga perayaan sejit ini dapat berkembang dan dapat mempererat toleransi dan kerukunan umat beragama karena kita hidup di tengah masyarakat heterogen,” katanya. (did/set)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya