oleh

Perampok Legendaris Tutup Usia di Tangerang

Tangerang7.com, Neglasari – Kabar duka datang dari pemeran Indonesia. Johanes Hubertus Eijkenboom alias Johny Indo. Ia meninggal dunia pada usia 71 tahun.

Johny Indo tutup usia di Kampung Cikahuripan, RT 004/005, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (26/1/2020). Pria kelahiran 6 November 1948 itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 07.42 WIB.

Kapolsek Neglasari Kompol Robinson Manurung mengatakan, Johny Indo meninggal dunia karena penyakit. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari Stela (72), istri pertama almarhum.

Keterangan itu diperkuat oleh Asmawi (27), perawat Johny Indo semasa hidup. Selama ini, Johny Indo menderita penyakit hernia. Ia juga pernah jatuh di rumah istri keduanya atas nama Dian.

Setelah jatuh sakit, Stela menjemput Johny Indo di kediaman Dian. Ini atas permintaan keluarga Dian. Sejak itu, Johny Indo berdiam di Tangerang bersama Stela.

“Kondisi jenazah tidak ada tanda kekerasan atau luka,” tegas Robinson melalui pesan WhatsApp.

Diketahui, Johny Indo lahir di Garut, Jawa Barat. Sebelum menjadi artis, ia dikenal sempat berkecimpung dalam dunia kriminal.

Sosok Johny Indo melegenda di Indonesia lantaran pernah memimpin komplotan perampok kelas kakap. Sebut saja, Pasukan China Kota (Panchinko).

Pada 1970-an, Johny Indo cs kerap melakukan perampokan di sejumlah toko emas di Jakarta. Komplotan ini melakukan penjarahan dengan menggunakan senjata api, untuk mengancam penjaga toko.

Namun, Johny cs tak pernah melukai dan merenggut nyawa pemilik maupun penjaga toko emas. Tujuannya hanya satu, mengambil sebagian emas di dalam toko sasaran.

Usai merampok, hasil penjualan emas itu tak digunakan untuk memperkaya diri sendiri atau berfoya-foya. Johny Indo justru membagikan uang tersebut bagi rakyat miskin.

Dilansir Kompas.com, Johny Indo sengaja melakukan perampokan dari orang kaya asing untuk dibagikan pada sesama yang kurang mampu. Ia menganggap orang asing itu telah mengambil harta dari Indonesia, sehingga ia kembali merampasnya untuk rakyat miskin.

Walaupun memiliki tujuan baik, namun Johny Indo tetap melanggar hukum. Ia pun harus menjalani hukuman di sel ‘mematikan’, Lapas Nusakambangan.

Johny Indo tak mau tinggal diam. Ia bersama komplotannya sempat kabur dari Lapas Nusakambangan. Setelah belasan hari melakukan pelarian, Johny Indo tak juga bisa keluar dari pulau ‘kematian’ itu. Akhirnya, ia menyerah dan kembali masuk bui.

Kehidupan Johny Indo berubah drastis setelah bebas dari penjara. Ia menjelma sebagai aktor berperan menjadi dirinya sendiri. Kisah hidupnya sebagai gembong perampok yang mementingkan rakyat, diadaptasi dalam film berjudul Johny Indo, pada 1987.

Tak hanya di situ, ia pun makin memantapkan peran dan meningkatkan popularitas dalam belasan film lain. Misalnya film Badai Jalanan, Titisan Si Pitung, Misteri Cinta, Tembok Derita, dan masih banyak lagi.

 

(t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya