oleh

Penyelenggara Tes Dinilai Cacat Hukum, Tahapan Pilkades Berlanjut

Tangerang7.com, Tigaraksa – Puluhan bakal calon (balon) kepala desa (kades) di Kabupaten Tangerang menilai lembaga Institute for Community Development (ICD) dalam penyelenggaraan tes seleksi tertulis tidak profesional dan cacat hukum.

Alasannya, alamat lembaga yang tertera tidak sesuai fakta karena lokasi tersebut adalah rumah pribadi seseorang dan bukan sebuah kantor.

Koordinator aksi Dulamin Zigo mengatakan, ketika pihaknya menanyakan kepada sekuriti serta pembantu rumah tersebut, mereka tidak mengetahui sama sekali lembaga ICD yang dimaksud.

“Kami cek langsung, ” jelasnya saat di ruang rapat DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (15/10/2019).

Dirinya beserta balon kades lain meminta kepada DPRD Kabupaten Tangerang, supaya bisa merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk dilakukan tes ulang terhadap balon kades yang melebihi dari lima calon dan memutus kontraknya dengan ICD serta menunjuk betul-betul lembaga yang independen.

“Banyak bukti tidak profesional. Tanggal dan nama salah, hasil tesnya fotocopy, salah hitung dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Adiyat Nuryasin mengaku telah membaca serta mengoreksi profil lembaga ICD secara langsung.

Menurutnya, lembaga tersebut layak untuk melakukan tes seleksi kepada para balon kades.

“Saya mengoreksi profil ICD dari sisi administrasi. Dari situ saya punya keyakinan bahwa ICD layak,” terangnya.

Adiyat mengatakan, sebelumnya telah membuat kerja sama antara panitia penguji dan penitia di masing-masing desa serta telah disetujui. Untuk tahapan-tahapan, kata Adiyat, akan terus berlanjut karena telah sesuai dengan keputusan Bupati Tangerang.

“Balon lebih dari lima jawaban saya tegas tidak. Dari 153 desa sudah 152 yang diundi dan sudah keluar nomor urut,” tegasnya. (odo/kam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya