oleh

Pengoperasian Si Benteng Masih Belum Jelas

KOTA TANGERANG, Tangerang7.com – Kapan bisa dioperasikannya angkutan kota milik Pemkot Tangerang, Si Benteng, masih belum juga ada kejelasan. Janji Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar untuk segera mengoperasikan Si Benteng sepertinya masih sebatas angan-angan semata.

Kepada wartawan, Dirut PT TNG (Tangerang Nusantara Global) Edi Chandra mengaku pihaknya yang akan menjadi operator Si Benteng, hingga kini masih mengakui ada beberapa hambatan. Dan PT TNG masih melakukan upaya melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan.

“Kan harus cukup syaratnya, salah satunya mengubah plat SI Benteng dari merah menjadi kuning,” ungkap dia, akhir pekan kemarin. Kata Edi, saat ini proses tersebut sudah dalam tahap penguningan dan proses tender. “Tender masih masa persiapan oleh tim lelang,” ucapnya.

Divisi Angkutan PT TNG Asep juga berpendapat senada. Si Benteng bisa turun ke jalan apabila sudah memenuhi persyaratan atau tidak melanggar aturan yang ada.

“Kan ada tahapannya, mobilnya harus plat kuning, itukan masih merah masih ada proses penguningan. Harus ada perda penyertaan. Perda-nya juga belum, baru diparipurnakan kemarin, belum diundangkan, belum dilembar daerahkan, kan kita nunggu itu,” ujar Asep.

Si Benteng yang mangkrak karena belum bisa beroperasi.

Saat dikonfirmasi terkait pernyataan Dishub bahwa Si Benteng yang akhir tahun ini sudah bisa dioperasionalkan, Asep mengatakan belum bisa memprediksi kapan Si Benteng akan berjalan. Karena masih banyak kendala dan tahapan yang harus dilewati.

“Ya mudah-mudahan, sekarang saja sudah tanggal 11 Desember dan kitakan dalam lelang itu ada waktu. Misal 10 hari, itu jadi tanggal 21, sementara kan bulan Desember ini tanggal 24 sudah libur,” katanya.

Saat ini, tambah Asep, PT TNG masih membutuhkan proses untuk penggantian plat merah ke kuning. “Kita juga kan nggak tau itu proses penguningan, nanti saya bilang seminggu selesai, nggak taunya di Samsatnya 2 minggu. Setelah proses kuning selesai kita bisa melakukan pelelangan operator, tapi itu tadi masih ada proses yang harus dijalani,” ujarnya.

Menurut Asep untuk teknis pengelolaan Si Benteng nantinya akan sama seperti BRT. “Ini seperti BRT, nanti pengelolaannya dilimpahkan, diserahterimakan, dialihtugaskan ke BUMD ke PT TNG,” ucapnya.

Lagi-lagi Asep belum bisa memastikan kapan Si Benteng bisa dinikmati masyarakat. “Kalau ditanya prediksi kapan bisa beroperasi saya nggak bisa mengasumsikan kapannya. Karena saya juga untuk proses ubah plat ada di samsat. Kemarin kita sudah jajaki ke samsat, di samsatnya juga hal yang begini juga baru,” ucapnya. (**/jebe)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *