oleh

Penghuni Rumah Elite Nunggak Pajak, Pentungan Jadi Andalan

50 Titik Dibidik Tahun 2019

CIPUTAT – Penghuni perumahan elite di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat sebagai penunggak pajak bumi dan bangunan (PBB). Petugas Penagihan Tunggakan PBB (Pentungan) diterjunkan ke sejumlah hunian mewah.

Rumah-rumah elite penunggak PBB tersebut tersebar di beberapa kawasan, di antaranya Bumi Serpong Damai (BSD), Bintaro, Alam Sutera, Taman Harmoni Pamulang, Cinere Mas, Villa Melati Mas, Bali View. Bapenda Kota Tangsel bahkan sudah memetakan sasaran Pentungan pada tahun 2019 nanti di 50 titik.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 Bapenda Kota Tangsel Indri Sari Yuniardi menjelaskan, Pentungan merupakan upaya Pemkot Tangsel dalam melakukan penagihan serta meningkatkan kesadaran wajib pajak PBB untuk membayar kewajiban. Penagihan dilakukan petugas Pentungan ke perumahan elite dan door to door ke wajib pajak yang memiliki tunggakan PBB.

“Kami menagih tunggakan untuk mencapai target PBB tahun 2017 sebesar Rp 348 miliar. Untuk itu Bidang Pajak Daerah 1 Bapenda Kota Tangsel melakukan Pentungan secara langsung. Datang kepada wajib pajak dengan sistem door to door ke beberapa tempat yang sudah kami jadwalkan. Biasanya dalam satu minggu kami jadwalkan empat hari,” jelas Indri, Jumat (7/12/2018).

Program Pentungan diharapkan dapat menyelesaikan tantangan dan persoalan. Sebab, di era saat ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Harus mempunyai terobosan dan inovasi, salah satunya melalui Pentungan. Indri mengatakan, selama ini tingkat kesadaran wajib pajak masih rendah. Rata-rata yang membayar PBB sebelum jatuh tempo tanggal 31 Agustus setiap tahunnya antara 60-65 persen dari total 400 ribu SPPT PBB.

Selain program Pentungan, untuk mencapai target dilakukan upaya lain seperti memberikan pelayanan pembayaran PBB pada akhir pekan dan pelayanan pembayaran di mobil keliling.

“Pembayaran dari para penunggak PBB di atas Rp 2 juta kita lakukan pemanggilan ke kantor dan untuk tagihan PBB sebesar Rp ribu hingga Rp 2 juta dilakukan penagihan melalui door to door, sudah mencapai sekitar Rp 3,5 miliar. Total tunggakan yang berhasil kita tagih sampai dengan saat ini sekitar Rp 54 miliar,” tutur Indri. (rls/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya