oleh

Penggerebekan Gudang Miras di Cibodas Diwarnai Ketegangan

Tangerang7.com, Cibodas – Ribuan botol minuman keras atau miras disita petugas dari satu gudang di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Penggerebakan pada Sabtu (13/7/2019) dini hari itu dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kota Tangerang, TNI, dan Polri.

Saat terjadi penyisiran dan penggerebekan sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pemilik gudang, yakni pria berinisial STM. Ia merasa keberatan ribuan botol miras miliknya disita oleh aparat. Bahkan STM yang sebelumnya pernah terjaring razia tersebut enggan membukakan pintu gerbang.

Petugas pun kesulitan masuk ke dalam gudang minuman keras tersebut. “Ini mah namanya perampokan, saya enggak terima kalau barang saya dibawa semua,” kata STM bernada tinggi.

Bukan hanya itu, lelaki yang diketahui telah beberapa tahun belakangan berprofesi sebagai agen miras tersebut memaki petugas dengan kalimat kurang pantas. Selain itu, STM berusaha melakukan perlawanan dan mencoba memukul petugas.

Aksi pemilik gudang pun dicegah oleh petugas dengan memberi pemahaman dan mengancam lewat aturan hukum pidana jika melawan petugas. Setelah itu, STM pasrah saat ribuan botol minuman keras berbagai merek disita aparat.

“Bawa semua, jangan kau sisakan satu botol pun,” kata STM seraya menyindir petugas. STM sesekali menggangu langkah petugas yang membawa ratusan kardus berisi ribuan botol miras.

Setelah dari Kecamatan Cibodas, petugas menyisir beberapa titik rawan peredaran miras yakni di Karawaci dan Neglasari. Di dua kecamatan itu, petugas menyita ratusan botol minuman keras dari beberapa kios sembako dan kedai jamu.

“Keseluruhan minuman keras yang berhasil kami sita pada hari ini sebanyak 1.568 botol dengan berbagai merek. Terbanyak kami dapati dari salah satu agen di Kecamatan Cibodas,” kata Kabid Trantib Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli.

Dia mengatakan, pelaku STM yang berdomisili di Kecamatan Cibodas tersebut memang sudah menjadi target operasi petugas. Lantaran telah banyak dikeluhkan warga sekitar.

“Sebelumnya kami telah melakukan pengintaian di tempat tersebut. Kami mengirim petugas ke sana dengan berpura-pura sebagai pembeli. Alhamdulillah hasilnya cukup signifikan,” pungkas Ghufron.

(Sumber : Wartakotalive)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya