oleh

Pemprov Banten Bantu 421.177 KK Terdampak Covid-19

Tangerang7.com, Tangerang – Pemprov Banten memberikan bantuan kepada 421.177 kepala keluarga (KK) rentan terdampak covid-19.

Bantuan ini merupakan jaring pengamanan sosial (social safety net) agar meminimalisir risiko sosial terhadap kelompok masyarakat, khususnya yang terdampak secara ekonomi atas pandemi covid-19.

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan, 421.177 KK tersebut berasal dari data non DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), namun termasuk dalam kelompok masyarakat rentan terdampak risiko sosial covid-19.

Baca JugaWajib Dilaksanakan, WH Tetapkan PSBB Tangerang Raya Hingga 3 Mei

Salah satu kategori kelompok masyarakat rentan terdampak covid-19 adalah seorang kepala rumah tangga yang diliburkan perusahaan atau cuti di luar tanggungan perusahaan, sehingga keluarganya terancam tidak memiliki mata pencaharian.

Bantuan berupa uang tunai yang disalurkan melalui empat lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan Pemprov Banten, yakni Bank BJB untuk wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, BJB Syariah untuk Kota Tangerang Selatan, BRI untuk Wilayah Pandeglang dan Lebak serta Bank Banten untuk wilayah Serang dan Cilegon.

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, dimulai hari ini, Selasa (21/4/2020) untuk wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar Rp 600.000/KK, yang akan diberikan selama tiga bulan (April, Mei dan Juni).

“Penyerahan bantuan yang dilakukan di Kota Tangerang merupakan penyaluran perdana se-Provinsi Banten,” kata WH.

Kota Tangerang mendapatkan alokasi jaringan pengamanan sosial sebanyak 86.783 kepala keluarga (KK) dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 22.258 KK.

Sementara, Kabupaten Tangerang sebanyak 149.133 KK, Kabupaten Serang sebanyak 56.100 KK, Kota Serang sebanyak 30.200 KK, Kota Cilegon sebanyak 20.375 KK, Kabupaten Pandeglang sebanyak 44.673 KK dan Kabupaten Lebak sebanyak 11.655 KK.

BACA JUGA:  Warga Mekarsari Terima Bantuan Sembako dari Pusat

WH menyatakan, akan ada peningkatan jumlah calon penerima manfaat dari bantuan tersebut. Hal ini disebabkan terjadinya gelombang pemberhentian kerja sementara serta ketidakmampuan para pekerja non formal mencari nafkah karena harus mematuhi imbauan pemerintah bekerja di rumah untuk mencegah mewabahnya covid-19 di Banten. (rls/t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya